Diungkap Purnawirawan Mayjen, Kekuatan Asing hingga Polisi Jadi Bekingnya Jokowi di Kasus Ijazah

Rabu, 29 Juli 2026, 06:00 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Babak baru kontroversi soal polemik mengenai dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Kali ini, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Soenarko mengklaim bahwa politikus itu mendapat perlindungan dari berbagai pihak, mulai dari tokoh dalam negeri hingga kekuatan asing, sehingga proses pengusutan perkara tersebut dinilainya menghadapi banyak hambatan.

Soenarko mengatakan polemik ijazah menjadi langkah awal atau entry point untuk meminta pertanggungjawaban hukum kepada mantan presiden tersebut. Namun persoalan yang dipersoalkan timnya tidak hanya berkaitan dengan individu, tetapi juga melibatkan pihak-pihak lain yang menurutnya memiliki kepentingan tertentu.

Baca Juga: Kasus Ijazah Jokowi Berakhir Tanpa Pembuktian, Ahmad Khozinudin: Ternyata Tidak Semua Pahlawan...

"Kita tahu yang melakukan kelakuan dia ini adalah sekelompok orang. Para pengkhianat yang merusak bangsa ini," ujar Soenarko, dikutip Rabu (29/7/2026).

Soenarko mengklaim terdapat sejumlah kelompok dan tokoh yang memberikan perlindungan kepada Jokowi. Ia menyebut pihak-pihak tersebut berasal dari berbagai latar belakang, termasuk unsur yang menurutnya berada di lingkungan pemerintahan.

"Ya, di dalamnya ada PKI. Ada juga anasir-anasirnya atau tokoh-tokohnya yang ada di dalam pemerintahan dia," ucapnya.

Selain itu, Soenarko juga menyebut adanya tokoh dari kalangan purnawirawan tentara, polisi, maupun figur lain yang menurutnya ikut memberikan perlindungan.

"Baik itu purnawirawan jenderal, polisi, maupun tokoh-tokoh lain. Nah, inilah yang melindungi sekarang sehingga setiap ada pengusutan tentang ijazah palsu Jokowi, begitu besar kekuatannya," ujarnya.

Tidak hanya itu, Soenarko turut melontarkan klaim bahwa terdapat dukungan dari pihak luar negeri. Meski demikian, ia tidak merinci pihak asing mana yang dimaksud.

"Ada yang bergerak untuk menjaganya, melindunginya. Termasuk ada kekuatan asing yang melindungi dia," katanya.

Menurut Soenarko, keberadaan pihak-pihak yang disebutnya tersebut menjadi alasan mengapa polemik ijazah hingga kini terus menjadi perdebatan dan belum menemukan titik akhir.

Baca Juga: Mahfud MD: Tamparan Hotman Paris ke Prabowo Bukanlah Pelanggaran Hukum, Kecuali Presiden Merasa...

Kasus Ijazah Jokowi sendiri masih menjadi bagian dari proses hukum yang berjalan. Di sisi lain, Universitas Gadjah Mada (UGM) sebelumnya telah menyatakan bahwa politikus itu merupakan lulusan salah satu fakultasnya dan dokumen akademiknya sesuai dengan arsip resmi yang dimiliki universitas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar