DKP Sulawesi Tengah buka pintu masuk investasi ruang pendingin untuk perikanan

DKP Sulawesi Tengah buka pintu masuk investasi ruang pendingin untuk perikanan

Kamis, 10 September 2026 21:20 WIB

Image Print

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya dan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) DKP Sulteng Mohammad Syafar (ANTARA/Fauzi Lamboka)

Palu (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah membuka pintu masuk investasi pembangunan fasilitas ruang pendingin (cold storage) untuk sektor perikanan tangkap.

“Kami siap dan terbuka, jika ada pihak swasta yang ingin masuk berinvestasi,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya dan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) DKP Provinsi Sulteng Mohammad Syafar di Palu, Kamis.

Menurut dia, investasi itu sangat menguntungkan dan memungkinkan dikelola oleh pihak swasta. Apalagi saat ini Pemprov Sulteng baru memiliki tiga lokasi ruang pendingin yakni di Kabupaten Donggala, Tolitoli dan Kota Palu.

“Pemprov Sulteng punya tiga lokasi aset ruang pendingin dan salah satunya disewa oleh dunia usaha,” ungkapnya.

Dia menjamin pemerintah daerah dapat memberikan kemudahan untuk investasi tersebut. Salah satu yang ditawarkan yakni masih tersedianya lahan kosong di setiap unit pengelola teknis (UPT) milik Pemprov Sulteng, yang tersebar di kabupaten dan kota.

Dia menjelaskan Sulteng memiliki potensi besar pada subsektor perikanan tangkap maupun budidaya yang tersebar di Teluk Tomini, Teluk Tolo, Selat Makassar dan Laut Sulawesi.

Data menunjukkan produksi perikanan tangkap Sulawesi Tengah pada 2023 mencapai 434.910,68 ton dengan nilai produksi sekitar Rp12,32 triliun. Produksi tersebut berasal dari perikanan tangkap laut dan perairan darat yang tersebar di 13 kabupaten dan kota.

Pada 2024, produksi perikanan tangkap tercatat sebesar 277.107,52 ton dengan nilai produksi sekitar Rp7,75 triliun. Kabupaten Donggala, Banggai Laut, Morowali, Parigi Moutong, dan Banggai menjadi daerah penyumbang produksi terbesar di provinsi itu.

Sementara itu, data Data Statistik 2025 DKP Sulawesi Tengah menunjukkan produksi perikanan tangkap kembali meningkat menjadi 328.393,08 ton atau melampaui target tahunan sebesar 277.364,94 ton dengan tingkat capaian mencapai 118,40 persen.

Pada sektor perikanan budidaya, Sulawesi Tengah juga memiliki potensi yang tidak kalah besar. Produksi budidaya pada 2025 mencapai 312.357,95 ton dengan sentra terbesar berada di Kabupaten Banggai Kepulauan yang menghasilkan 242.639,99 ton, disusul Banggai Laut, Donggala, Tojo Una-Una, dan Parigi Moutong.

Secara keseluruhan, total produksi perikanan Sulawesi Tengah pada 2025 mencapai 640.751,03 ton yang terdiri atas 328.393,08 ton perikanan tangkap dan 312.357,95 ton perikanan budidaya.

Besarnya produksi tersebut dinilai membutuhkan dukungan sarana penyimpanan dingin untuk menjaga mutu hasil perikanan, terutama komoditas unggulan seperti tuna, cakalang, tongkol, kakap, kerapu, udang, serta rumput laut yang menjadi andalan ekspor daerah.

Selain itu, Sulawesi Tengah memiliki sekitar 83.827 nelayan, 35.900 pembudidaya ikan, serta empat Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yang menjadi basis produksi perikanan laut di daerah tersebut.

DKP Sulawesi Tengah menilai investasi pada sektor hilir perikanan, seperti pembangunan cold storage, pabrik es, unit pengolahan ikan dan logistik rantai dingin, masih terbuka lebar mengingat tingginya produksi perikanan dan kebutuhan menjaga kualitas hasil tangkapan sebelum dipasarkan ke berbagai daerah maupun tujuan ekspor.

Kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian daerah juga tergolong signifikan. Pada 2025, sektor perikanan menyumbang sekitar Rp11,61 triliun atau 2,8 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Tengah.

Pewarta : Fauzi
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026