Dompu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat menambah jumlah tangki untuk memperluas distribusi air bersih bagi 2.235 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah di daerah itu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu H Wan Muhtajun mengatakan penambahan dilakukan dengan memanfaatkan tangki milik BPBD, Bank NTB, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
"Permintaan air bersih terus meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah KK terdampak," katanya di Dompu, Kamis.
Kondisi tersebut terjadi di tengah kemarau ekstrem yang menyebabkan sumber air permukaan di sejumlah wilayah di Dompu mulai mengering dan permintaan bantuan air bersih meningkat.
Wan Muhtajun mengatakan hingga saat ini BPBD telah mendistribusikan sebanyak 68 tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter atau sekitar 340 ribu liter.
Sementara itu, sumur bor dengan kedalaman lebih dari 25 meter masih memiliki ketersediaan air, tetapi debitnya mulai mengecil.
Berdasarkan data kekeringan September 2026, sebanyak 2.235 KK terdampak, tersebar di 10 desa dan kelurahan pada empat kecamatan.
Di Kecamatan Woja, kekeringan berdampak terhadap 302 KK di Desa Baka Jaya, 195 KK di Desa Nowa, 307 KK di Kelurahan Kandai Dua, dan 125 KK di Kelurahan Simpasai.
Di Kecamatan Pajo, dampak kekeringan tercatat di Desa Ranggo sebanyak 40 KK dan Desa Tembalae sebanyak 467 KK.
BPBD terus memantau perkembangan kondisi kekeringan dan menyalurkan bantuan air bersih sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Penanganan kekurangan air bersih juga mendapat dukungan dari kepolisian dan Brimob. Polsek menyalurkan 20 tangki air bersih ke sejumlah wilayah, termasuk Desa Tembalae, Desa Ranggo, dan Desa Lepadi, Kecamatan Pajo.
Air tersebut menggunakan mobil tangki Polres Dompu setelah pihaknya menerima informasi mengenai warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Selain itu, Kompi 2 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda NTB di Dompu turut mengerahkan mobil taktis water cannon untuk membantu mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Wan Muhtajun mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau ekstrem serta menjaga sumber mata air dan kelestarian lingkungan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca kering dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
"Apabila masyarakat melihat sumber asap atau titik api, agar segera melaporkannya kepada pihak terkait," katanya.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026