Padang (ANTARA) - Tim dosen Universitas Negeri Padang (UNP) melalui skema Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) berhasil memasang sistem Solar Street Lighting (SSL) atau lampu penerangan jalan berbasis tenaga surya di Nagari II Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Program tersebut menjadi salah satu implementasi nyata komitmen UNP Berdampak, dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang diketuai Fenti Amelia Sari, S.Pd., M.Pd.T. dari Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik UNP, dilaksanakan bersama tim multidisiplin yang terdiri atas dosen bidang teknik elektro, teknik sipil, dan kimia serta melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Padang.
“Kegiatan tersebut merupakan bagian dari skema Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB), yang mendorong dosen untuk menghasilkan program pengabdian yang memberikan manfaat nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat melalui penerapan hasil keilmuan dan inovasi teknologi,” katanya di Padang, Kamis.
Ia mengatakan pemasangan lampu jalan tenaga surya dilakukan sebagai respons terhadap kondisi masyarakat pascabanjir yang masih mengalami keterbatasan infrastruktur dasar, khususnya penerangan jalan pada jembatan penghubung antara dua jorong.
Menurut dia, jembatan tersebut merupakan jalur utama mobilitas masyarakat yang menghubungkan dua jorong dan digunakan setiap hari untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun kegiatan sosial.
“Kondisi tanpa penerangan menyebabkan mobilitas warga pada malam hari menjadi kurang aman, serta membatasi aktivitas masyarakat setelah matahari terbenam,” lanjutnya.
Melalui program tersebut, tim memasang sistem Solar Street Lighting pada dua titik, yang bekerja secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan listrik konvensional.
Ia menjelaskan sistem terdiri atas panel surya, baterai penyimpanan energi, solar charge controller, lampu LED hemat energi, serta tiang galvanis yang dirancang tahan terhadap kondisi lingkungan.
“Teknologi tersebut memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listrik utama. Energi yang dihasilkan panel surya pada siang hari disimpan dalam baterai dan digunakan secara otomatis untuk menyalakan lampu pada malam hari,“ jelasnya.
Pemanfaatan sistem mandiri tersebut dinilai sangat sesuai untuk wilayah yang infrastruktur kelistrikannya belum sepenuhnya pulih pascabencana.
Selain melakukan pemasangan, tim pengabdian juga memberikan penjelasan langsung kepada pemerintah nagari dan masyarakat, mengenai cara pengoperasian serta perawatan sederhana sistem lampu jalan tenaga surya.
Penjelasan tersebut meliputi pemeriksaan rutin terhadap panel surya, pembersihan permukaan panel agar tetap optimal menyerap cahaya matahari, serta pengecekan kondisi komponen instalasi secara berkala.
Pendekatan tersebut dilakukan agar masyarakat mampu menjaga keberlanjutan pemanfaatan teknologi yang telah dipasang, sehingga fasilitas dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang tanpa memerlukan biaya operasional yang besar.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi perguruan tinggi tidak berhenti pada pengembangan teknologi di laboratorium, tetapi diterapkan secara langsung untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kehadiran lampu jalan tenaga surya diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat akses menuju layanan pendidikan dan kesehatan pada malam hari.
Bagi Universitas Negeri Padang, pelaksanaan Program Pengabdian UNP Berdampak menjadi bagian dari penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang berorientasi pada penyelesaian persoalan riil di tengah masyarakat.
Melalui skema ini, dosen didorong untuk menghasilkan pengabdian yang tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan perubahan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Program pemasangan Solar Street Lighting di Nagari II Koto yang dilaksanakan pada hari Selasa, (28/7), menjadi salah satu contoh implementasi konsep UNP Berdampak, yaitu menghadirkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi sebagai solusi atas kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah nagari, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan infrastruktur yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan sekaligus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan di tingkat nagari.
Melalui Program Pengabdian UNP Berdampak, Universitas Negeri Padang terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga hadir memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana melalui penerapan teknologi tepat guna yang berkelanjutan.
Program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui pemanfaatan energi terbarukan, penguatan infrastruktur desa, dan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, dan masyarakat.