DPMPTSP nilai investasi pusat tenis dunia menjanjikan bagi NTB

"Kami membuka ruang fasilitasi yang maksimal terhadap rencana tersebut,"

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menilai rencana pembangunan pusat pelatihan tenis bertaraf internasional yang digarap oleh Rafa Nadal Academy di Pulau Lombok merupakan sebuah investasi yang menjanjikan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Irnadi Kusuma mengatakan proyek itu punya prospek yang sangat baik bagi NTB karena berpotensi mendorong pertumbuhan investasi sekaligus meningkatkan daya tarik di mata investor global.

"Kami membuka ruang fasilitasi yang maksimal terhadap rencana tersebut," ucap dia di Mataram, Selasa.

Irnadi mengungkapkan sejauh ini belum ada dokumen maupun komitmen resmi dari pihak investor yang masuk ke DPMPTSP NTB terkait rencana pembangunan infrastruktur pusat pelatihan tenis dunia di Kabupaten Lombok Tengah.

Pemerintah NTB masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait rencana investasi tersebut.

"Sampai saat ini belum ada yang masuk ke kami. Kami tunggu perkembangan informasi selanjutnya," kata Irnadi.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, DPMPTSP NTB mencatat realisasi investasi sebesar Rp18,06 triliun dengan porsi mencapai 26,3 persen dari target investasi tahun ini yang ditetapkan pemerintah pusat sebanyak Rp68,64 triliun.

Lapangan usaha energi dan sumber daya mineral menjadi penyumbang terbesar realisasi investasi dengan nilai mencapai Rp12,92 triliun atau setara 71,5 persen.

Kemudian, sektor kedua yang mencatatkan realisasi penanaman modal terbesar adalah industri dengan realisasi investasi sebanyak Rp1,67 triliun. Adapun sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menempati posisi ketiga dengan realisasi mencapai Rp202 miliar.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Rafa Nadal Academy mengumumkan rencana pembangunan Rafa Nadal Tenis Center pertama di Asia Tenggara—yang berlokasi di pesisir selatan Pulau Lombok.

Fasilitas itu akan menjadi bagian dari kawasan resor premium Samara Lombok yang dikembangkan di atas lahan seluas 150 hektare.

Pusat pelatihan tenis tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2028 dengan fasilitas empat lapangan tenis dan empat lapangan padel, serta menjadi bagian dari pengembangan kawasan wisata premium yang juga mencakup hotel dan vila.

Pemerintah NTB berharap rencana investasi itu dapat terealisasi agar mampu memperkuat sektor pariwisata olahraga mengingat lokasinya hanya 25 dari Bandara Lombok dan juga dekat dengan Sirkuit Mandalika yang menjadi tempat ajang balap berbagai kendaraan bermotor tingkat dunia.

Baca juga: Investor tertarik bangun pabrik beras modern di NTB

Baca juga: Marina Bay City tak masuk dalam sistem investasi daerah

Baca juga: Arus investasi di NTB tak terpengaruh pelemahan rupiah

Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026