Kota Jambi (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi dorong konektivitas jalan nasional dari Kota Sungai Penuh (Jambi) menuju batas Sumatera Barat (Tapan) di Kabupaten Pesisir Selatan.
"Pertemuan ini membahas usulan dan harapan Pemkot Sungai Penuh terkait aksesibilitas jalan nasional dari Sungai Penuh ke batas Sumbar atau Tapan," kata Wakil Ketua II DPRD Provinsi Jambi Samsul Riduan saat rapat koordinasi bersama di Jambi, Sabtu.
Menurut Samsul, usulan itu muncul karena masalah konektivitas jalan nasional itu sangat penting, selain berdampak pada sektor sosial dan ekonomi, kawasan Kerinci dan Sungai Penuh merupakan daerah bernilai sejarah serta memiliki posisi strategis.
Di tambah, wilayah tersebut menjadi titik temu yang menghubungkan tiga pintu masuk utama kawasan, yakni dari Kota Jambi, Provinsi Bengkulu, dan Provinsi Sumatera Barat.
Ia menambahkan, Kota Sungai Penuh dan Kerinci bukan hanya soal ekonomi, tapi juga kota sejarah yang strategis dengan tiga pintu masuk.Di sana ada kebanggaan Jambi, seperti gunung tertinggi (3.805 Mdpl) dan kebun teh terbaik (2.126 hektare) atau terluas ke dua di dunia dalam satu hamparan.
Untuk memotong waktu tempuh dan jarak, Pemerintah Kota di sana sebelumnya telah mengusulkan pembangunan jalan alternatif berupa perlintasan di atas (flyover).
Untuk itu, lanjut dia, pengerjaan infrastruktur ini memerlukan dorongan dan kerja kolaborasi dari seluruh pihak.
Seperti, berjuang bersama melibatkan anggota Komisi V DPR RI, bersama memperjuangkan anggaran dan program ini ditingkat pusat.
Dirinya menjelaskan, berdasarkan paparan BPJN, dokumen detail emengineering design (DED) sepanjang 36 kilometer sebenarnya telah dibuat dan anggaran sempat disiapkan, namun terganjal perizinan dari pihak TNKS.
Namun begitu, seluruh pihak yang terlibat dalam upaya ini, telah sepakat membentuk tim kerja gabungan, terdiri dari Pemkot Sungai Penuh, Pemprov Jambi, BPJN, Bappeda, serta instansi terkait seperti Dinas Kehutanan dan pihak pengelola TNKS.
Mengenai studi kelayakan, Bappeda Provinsi Jambi memproyeksikan tahapan kajian teknis baru di 2027 mendatang.
"Nanti tim kerja yang akan mengkaji mana yang menjadi prioritas, apakah pilihan jalur flyover, terowongan, atau skema konstruksi lainnya," jelasnya.
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.