:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334324/original/019960900_1787832051-1000507372.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Bandung - Persib Bandung menatap musim 2026/2027 dengan agenda empat kompetisi, dan pelatih Igor Tolic menyebut komposisi 27 pemain yang tersedia sudah memadai untuk menjalani jadwal padat.
Selain tampil di BRI Super League, Maung Bandung juga akan berkompetisi di AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship, dan Piala Indonesia.
Tolic menilai rekrutmen sejak Juni hingga Agustus berjalan sesuai kebutuhan, termasuk perekrutan Mariano Peralta yang berstatus pemain terbaik BRI Super League musim lalu.
"Ya, empat kompetisi. Saya sangat senang dengan tim ini. Saya pikir perekrutan pemain pada Juni, Juli, dan Agustus berjalan luar biasa. Kami mendapatkan MVP, kami mendapatkan pemain-pemain yang sangat, sangat bagus," kata Igor.
Manchester City Jadi Rujukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346144/original/007432000_1789112437-1000509112.jpg)
Perbesar
Menurut Tolic, tiap pemain di skuad Persib Bandung memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda sehingga tidak bisa dipaksakan memiliki peran serupa.
Ia mencontohkan Manchester City yang tidak memiliki pelapis berkarakter identik dengan Erling Haaland. "Saya akan pakai contoh Manchester City. Jika Manchester City punya penyerang bernama Haaland, oke? Tahu siapa yang ada di bangku cadangan jika Haaland tidak bermain?"
"Apakah Harry Kane? Atau mungkin Lewandowski? Siapa yang tersedia? Siapa yang bermain? Tahu siapa yang main di posisi nomor sembilan? Pilihan pertamanya adalah Semenyo."
"Jadi Haaland adalah satu hal, Semenyo adalah hal yang berbeda. Apakah mereka pemain yang sama? Tidak."
"Dan tahu siapa opsi nomor tiga? Phil Foden. Bayangkan Phil Foden bermain sebagai nomor 9. Bagi kami, situasinya sama. Jadi ada pihak yang memaksakan agenda atau topik-topik yang tidak wajar," ujarnya.
Persib Punya Banyak Pilihan di Lini Serang
Tolic menilai kondisi serupa berlaku di Persib. Untuk posisi depan, ia menyebut ada beragam profil penyerang seperti Balsa Sekulic, Mariano Peralta, Ragnar Oratmangoen, Luka Menalo, hingga Uilliam Barros.
"Kami punya Balsa, striker, Peralta juga penyerang yang luar biasa. Saya tidak punya penyerang yang lebih baik dari Peralta di liga ini. Menalo, Ragnar, Beckham, Berguinho, ada 6-7 pemain, Barros juga, semuanya berbeda," katanya.
Pelatih berusia 49 tahun itu menjelaskan alasan Balsa tampak paling padu saat dipasang sebagai ujung tombak karena konsistensi menit bermainnya di posisi tersebut sejak pramusim. "Jadi ketika melihat mengapa Balsa tampak paling padu sebagai pemain nomor 9, tahu apa jawabannya? Dia yang menghabiskan waktu paling banyak di posisi tersebut," jelasnya.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Ia juga menyinggung progres Uilliam Barros. "Pertandingan pertama Barros, dia bermain sebagai nomor 9. Bagaimana penampilannya? Bagus atau tidak? Saya pikir bisa lebih baik, ya? Namun, di pertandingan kedua yang dia jalani, apakah lebih baik? Ya, kan? Oke." Peralta pun pernah dicoba sebagai penyerang tengah pada uji tanding kontra wakil Korea Selatan. "Lalu bagaimana penampilan Peralta di pertandingan lawan Seoul sebagai nomor 9? Oke, dia memberikan kontribusi. Jadi setiap orang di Persib, kita adalah satu tim," tambahnya.