DPRD NTB meminta keamanan dan kenyamanan penonton MotoGP jadi prioritas

Mataram (ANTARA) - Sejumlah anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 9-11 Oktober 2026 memprioritaskan keamanan dan kenyamanan penonton.

Anggota Komisi II DPRD NTB Lalu Arif Rahman mengakui bahwa DPRD sudah meninjau kesiapan MotoGP di Sirkuit Mandalika. DPRD mengaku puas atas pembenahan dan kesiapan fasilitas yang disiapkan untuk ajang olahraga internasional yang menjadi perhatian dunia itu berjalan lancar.

"Alhamdulillah, dari paparan ITDC, pembenahan dan kesiapan fasilitas untuk menunjang, sejauh ini sudah mencapai kisaran 80 persen hingga pertengahan September 2026," ujarnya, di Mataram, Senin.

Ia mengaku, dalam kunjungan yang berlangsung pada Jumat (25/9), Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda bersama Wakil Ketua DPRD Yek Agil hingga Ketua Komisi II DPRD Lalu Pelita Putra, menekankan agar berbagai fasilitas dan infrastruktur pendukung di kawasan Mandalika benar-benar siap menyambut gawe akbar balap motor terbesar di dunia tersebut.

Lampu penerangan jalan menuju kawasan Sirkuit Mandalika yang selama ini menjadi keluhan wisatawan juga tidak luput menjadi perhatian DPRD NTB untuk segera dibenahi, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang datang menonton MotoGP.

Baca juga: Damri menggandeng PO lokal untuk shuttle bus MotoGP Mandalika

"Kami minta pihak ITDC agar berkoordinasi dengan pemda. Mulai Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah agar persoalan lampu di akses jalan bandara menuju Sirkuit Mandalika bisa tetap menyala. Ini menyangkut kenyamanan dan keamanan penonton," ujar Arif menegaskan.

Wakil Ketua DPRD NTB Yek Agil Al Haddar menegaskan, kesiapan kawasan Mandalika perlu terus dipastikan. Yakni, bukan hanya dari sisi penyelenggaraan balapan, tetapi juga dari aspek pelayanan dan kenyamanan bagi para penonton serta wisatawan yang datang ke NTB.

Baca juga: Polda NTB lakukan simulasi kontingensi kerawanan ajang MotoGP 2026

"Kita ingin melihat langsung sejauh mana kesiapan Mandalika menghadapi MotoGP 2026. Karena ini bukan hanya soal event balap, tetapi juga bagaimana kita memastikan seluruh fasilitas pendukung siap dan memberikan pengalaman yang baik bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke NTB," ujarnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan MotoGP Indonesia 2026, menjadi momentum penting bagi NTB untuk memperkuat sektor pariwisata dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Pasalnya, kehadiran ribuan penonton dan wisatawan diharapkan dapat memberikan dampak kepada pelaku UMKM, sektor akomodasi, transportasi, hingga berbagai usaha masyarakat sekitar.

“Harapan kita, pelaksanaan MotoGP 2026 bisa berjalan sukses dan dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan Mandalika, tetapi juga oleh masyarakat NTB secara lebih luas. Ini yang juga menjadi perhatian kami sebagai DPRD," kata Yek Agil.

Dia menyatakan bahwa pihaknya akan terus menjalankan fungsi pengawasan. Hal ini agar berbagai persiapan dapat dilakukan secara optimal. Harapannya, KEK Mandalika semakin siap menjadi tuan rumah ajang olahraga bertaraf internasional.