Ed Sheeran Buka Suara Soal Palestina hingga Macklemore di Panggung Konsernya

Ed Sheeran Buka Suara Soal Palestina di Panggung Konsernya/Foto: Instagram/teddyphotos.

Musisi Ed Sheeran buka suara secara langsung soal Macklemore didepak dari rangkaian turnya akibat dukungan rapper tersebut terhadap Palestina di atas panggung. Melalui Loop Tour di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika Serikat, Sabtu, (19/9) Ed Sheeran mengungkapkan bahwa apa yang terjadi padanya belakangan ini menjadi salah satu minggu terberat di hidupnya.

"Saya tidak pernah berniat menjadi musisi aktivis, tapi situasi ini menempatkan saya di tengah perdebatan penting dan penuh semangat mengenai kebebasan berpendapat serta isu politik paling rumit di dunia," ujar Sheeran, dilansir dari BBC.

Pelantun lagu "Perfect" tersebut menyatakan bahwa keputusan untuk tidak lagi melibatkan Macklemore diambil oleh pihak promotor, bukan dirinya. Sheeran mengatakan kepada penonton bahwa meskipun ia terbiasa menghadapi kritik terkait musiknya, kali ini kritik muncul berkaitan dengan hal yang menurutnya jauh lebih penting. Ia harus mengambil keputusan-keputusan sulit.

"Minggu ini, kritik yang muncul berkaitan dengan hal yang jauh lebih penting; saya harus mengambil keputusan-keputusan sulit, dan saya pun melakukan kesalahan, dan saya sungguh, sungguh meminta maaf," tambahnya.

"Sepanjang karier, saya berusaha untuk tidak menjadi komentator politik dalam bentuk apa pun, karena saya ingin musik dan pertunjukan saya menjadi sarana pemersatu, bukan pemecah belah," lanjutnya. "Namun, ini adalah masalah kemanusiaan, dan saya tidak bisa lagi menyembunyikan perasaan saya mengenai hal ini."

Dilansir dari BBC, Sheeran mengatakan bahwa peristiwa di Israel pada 7 Oktober adalah "mengerikan dan memperparah penderitaan kaum Yahudi yang telah berlangsung selama berabad-abad", sementara situasi di Gaza "membawa dampak bencana, tidak dapat dibenarkan, dan tidak proporsional".

"Hati saya hancur melihat besarnya kehancuran dan hilangnya nyawa warga sipil-termasuk anak-anak-dan ketidakadilan sistemik yang sedang terjadi di Tepi Barat ini tidak boleh diabaikan," paparnya.

Sheeran mengatakan dirinya sedang mencari cara untuk berkontribusi guna membantu para korban di masa-masa kelam ini sembari terus mendengarkan dan belajar, karena pengetahuannya masih terbatas.

Selain itu,Sheeran mengungkapkan bahwa dirinya sempat mempertanyakan apakah turnya akan berlanjut dan apakah ia bahkan masih ingin menjadi seorang musisi. Ia juga menggambarkan bagaimana teman-teman lama dan keluarganya "menjauh" saat kontroversi kian memanas. Ia mengaku merasa orang-orang yang dikenalnya meninggalkannya.

"Dalam situasi seperti ini, Anda benar-benar mengetahui siapa saja teman sejati Anda. Ini adalah minggu yang aneh," tambah penyanyi asal Inggris tersebut.

Loop Tour direncanakan akan berlangsung di seluruh wilayah Amerika Utara dan Selatan. Meskipun tur Ed Sheeran sebelumnya tercatat sebagai salah satu yang berpendapatan tertinggi sepanjang masa, harga tiket untuk pertunjukan kali ini sempat turun hingga 32 USD (sekitar Rp571 ribu). Beberapa penggemar mengaku berhasil mendapatkan pengembalian dana tiket, meskipun Ticketmaster dan promotor konser Messina Touring Group tidak memberikan konfirmasi resmi mengenai adanya penggantian dana tersebut.

Sementara itu, sejumlah pengunjuk rasa mengibarkan bendera di luar lokasi acara, tapi konser tetap berlangsung tanpa gangguan berarti. Seorang pengunjuk rasa yang menyebut namanya Cooper mengatakan bahwa ia hadir "untuk mendukung perjuangan" rakyat Palestina.

"Kita membutuhkan lebih banyak orang seperti Macklemore dan artis-artis lain yang memiliki suara serta wadah untuk berbicara di hadapan publik, agar mereka dapat menyuarakan aspirasi rakyat Palestina dan perjuangan mereka demi pembebasan, khususnya di Amerika Serikat," ujarnya.

Kronologi Rapper Macklemore Dikeluarkan dari Tur Ed Sheeran karena Bela Palestina

Macklemore

Macklemore/Foto: Instagram/macklemore

Rapper Macklemore dikeluarkan dari daftar penampil tur Amerika Serikat Ed Sheeran usai menunjukkan dukungannya pada Palestina. Dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di Instagram, Macklemore mengaku dirinya dicoret dari tur tersebut setelah Robert Kraft, miliarder pemilik New England Patriots dan Gillette Stadium, menekan Ed Sheeran untuk mengeluarkan dirinya dari tur.

Sebelumnya, Macklemore menjadi penampil pembuka atau opening act untuk tur Ed Sheeran bertajuk "Loop". Ia sempat tampil dua kali di Stadion MetLife pada 4 dan 5 September. Pada pertunjukkan pertama, rapper dengan nama asli Benjamin Haggerty itu menyerukan "Free Palestine" (Bebaskan Palestina) di atas panggung dan menyatakan solidaritasnya terhadap warga Gaza.

Tak hanya itu, Macklemore juga menampilkan beberapa gambar kehancuran di Gaza dan menyanyikan lagunya bertajuk "Hind's Hall". Lagu tersebut mengisahkan soal para demonstran pro-Palestina di Universitas Columbia yang menduduki sebuah gedung dan menamainya sebagai penghormatan bagi Hind Rajab, seorang anak berusia enam tahun yang tewas akibat tindakan militer Israel.

"Salah satu alasan utama saya ingin melakukan tur ini sejak awal adalah agar saya bisa berdiri di stadion seperti ini dan mengucapkan dua kata yang sangat bermakna bagi saya: 'Free Palestine'," ujarnya dalam pertunjukan pertama di MetLife, dilansir dari Rolling Stone.

"Saya katakan, 'Free Palestine!' Saya ingin kata-kata itu terdengar lantang dan jelas, supaya orang-orang, mulai dari Gaza hingga Tepi Barat yang diduduki, tahu bahwa kami tidak melupakan mereka," tuturnya.

Di pertunjukan kedua di MetLife, Macklemore kembali menyerukan "Free Palestine". Ia menekankan tentang perdamaian dan kasih sayang agar semua umat manusia diperlakukan dengan bermartabat, penuh rasa hormat, dan setara.

Dalam pernyataan eksklusif yang disampaikan kepada Rolling Stone, Messina Touring Group selaku promotor rangkaian tur "Loop Tour" Ed Sheeran di Amerika Serikat, mengatakan mereka telah menerima pemberitahuan dari pihak pengelola lokasi konser untuk jadwal tur mendatang bahwa mereka tidak mengizinkan konser berlangsung jika Macklemore turut tampil dalam daftar pengisi acara.

"Hal ini akan berujung pada pembatalan tur dan berdampak pada ratusan ribu penggemar. Setelah berdiskusi dengan para pemangku kepentingan, diputuskan bahwa Macklemore tidak akan tampil dalam jadwal konser pendukung yang tersisa," ungkapnya.

Macklemore mengungkapkan apa yang terjadi melalui unggahan yang cukup panjang di akun Instagramnya. Macklemore mengatakan bahwa setelah sepekan melakukan "pembicaraan yang sulit" dengan Ed Sheeran, mereka akhirnya berujung pada perbedaaan pendapat yang membuat Macklemore dicoret dari daftar penampil.

Macklemore mengklaim bahwa ia dikeluarkan dari tur tersebut setelah Robert Kraft, miliarder pemilik New England Patriots dan Gillette Stadium, melakukan upaya untuk menekan Sheeran.

"Ed memberi tahu saya bahwa Kraft mengatakan saya tidak diizinkan tampil di stadion miliknya," tulis Macklemore melalui akun Instagramnya @macklemore, Selasa (15/9).

"Ed juga mengatakan bahwa Kraft telah menggalang dukungan dari beberapa pemilik stadion lain dan secara kolektif mereka memberikan ultimatum kepadanya: jika Macklemore tetap ikut dalam tur, Anda [Ed Sheeran] tidak akan diizinkan tampil di tempat kami," lanjut Macklemore.

Macklemore dijadwalkan tampil dalam delapan dari sepuluh pertunjukan tersisa pada rangkaian tur Sheeran di Amerika Serikat, yang akan kembali digelar pada hari Jumat, 19 September 2026, di Philadelphia. Lokasi-lokasi yang dikabarkan keberatan dengan kehadiran sang rapper tersebut meliputi: Lincoln Financial Field di Philadelphia; Gillette Stadium di Foxborough, Massachusetts; Mercedes-Benz Stadium di Atlanta; Lucas Oil Stadium di Indianapolis; Bank of America Stadium di Charlotte, Carolina Utara; AT&T Stadium di Arlington, Texas; serta Raymond James Stadium di Tampa, Florida.

Lebih lanjut, dalam pernyataannya, Macklemore mengatakan bahwa ia memahami posisi sulit yang dihadapi Sheeran. Tapi ia mengkritik penyanyi asal Inggris tersebut karena tidak mengambil sikap tegas.

"Mengambil sikap bisa ada harganya. Uang, kesepakatan merek, sponsor, festival, pertunjukan pribadi, hubungan, dan akses. Saya telah kehilangan semua hal itu. Namun, tidak ada posisi netral antara pihak penindas dan pihak yang tertindas," tulisnya.

"Dia [Ed Sheeran] mengatakan kepada saya bahwa frasa 'Free Palestine' (Bebaskan Palestina) dan gambar bendera Palestina dianggap menyakitkan oleh banyak orang yang berbicara dengannya. Saya katakan kepadanya bahwa jika kata-kata itu dianggap lebih menyinggung perasaan dibandingkan tewasnya puluhan ribu anak-anak Palestina akibat ulah Israel, maka ada perbedaan prinsip yang mendasar antara pandangan orang-orang tersebut dan pandangan saya. Namun, dia tidak bisa melepaskan diri dari sikap publiknya yang menyatakan, 'Saya tidak memihak'," tambah Macklemore.

Macklemore menegaskan bahwa meskipun ia hanya tampil dalam dua pertunjukan selama tur tersebut, jika kata-katanya berhasil mengembalikan percakapan publik ke isu Palestina, maka itu adalah tur paling sukses yang pernah ia jalani.

Macklemore Sumbangkan Rp17,7 M dari Penghasilan Tur Ed Sheeran ke Palestina

Setelah mengumumkan dirinya didepak dari tur Ed Sheeran, Macklemore mengumumkan dirinya akan menyumbangkan penghasilannya dari tur Ed Sheeran sebesar 1 juta USD (sekitar Rp17,7 miliar) kepada berbagai organisasi kemanusiaan Palestina. Tak hanya itu, Macklemore juga menantang Robert Kraft, pemilik klub New England Patriots dan Gillette Stadium untuk memberikan sumbangan dengan nominal yang sama.

"Di tengah segala peristiwa yang terjadi dalam 48 jam terakhir, saya ingin mengembalikan fokus pembicaraan ke hal yang paling utama: rakyat Palestina yang masih terus dibunuh, masih hidup di bawah pendudukan militer, dan masih terus memperjuangkan kebebasan mereka," tulis artis peraih Grammy tersebut di Instagramnya, Kamis (16/9).

"Saya akan menyumbangkan seluruh pendapatan bersih sebesar $1 juta yang saya peroleh dari tur Loop Ed Sheeran kepada enam organisasi yang bekerja secara langsung untuk mendukung rakyat Palestina. Saya juga mengajak Robert Kraft untuk memberikan sumbangan dengan jumlah yang sama," lanjut Macklemore.

"Terlepas dari perbedaan pendapat di antara kita, mungkin kita bisa sepakat mengenai satu hal ini: nyawa rakyat Palestina layak untuk dilindungi. Nyawa seorang warga Palestina tidaklah kurang berharga dibandingkan nyawa siapa pun di muka bumi ini," tegasnya.

4 Musisi Undurkan Diri dari Konser Ed Sheeran, Bentuk Solidaritas untuk Macklemore

Ed Sheeran/ Foto: Instagram.com/teddysphotos

Ed Sheeran/Foto: Instagram.com/teddysphotos

Empat musisi yang menjadi penampil pendukung untuk tur konser 'Loop' Ed Sheeran mengundurkan diri, Beauties. Keputusan ini mereka ambil sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama penampil pembuka, yaitu Macklemore.

Keempat musisi tersebut adalah Finneas, Aaron Rowe, Beoga, dan Lukas Graham. Keempatnya kompak menyatakan dukungan terhadap Macklemore dan juga Palestina. Menurut laporan Billboard, saat ini tidak ada lagi musisi yang jadi penampil pembuka dalam tur Ed Sheeran.

Ed Sheeran Buka Suara

Ed Sheeran buka suara soal Macklemore dikeluarkan dari daftar penampil pembuka di turnya. Melalui akun Instagramnya, @teddysphotos, Sheeran membagikan pernyataan dalam format poin, Selasa (15/9). Sheeran mengawali pernyataannya dengan mengatakan bahwa ia "sangat prihatin dengan konflik antara Israel dan Palestina".

"Saya sangat prihatin dengan konflik antara Israel dan Palestina. Penderitaan serta rasa sakit yang dialami oleh kedua belah pihak merupakan sebuah tragedi kemanusiaan. Ada terlalu banyak perang di seluruh dunia yang menimbulkan penderitaan tak terhingga, dan tidak ada satu pun yang dapat ditoleransi," tulis Sheeran, membuka pernyataannya.

Sheeran lalu mengatakan bahwa Macklemore meminta untuk bergabung dalam turnya tahun lalu dan ia menyetujuinya, karena ia menghargai sosoknya sebagai seorang seniman. Seperti halnya dengan semua penampil pendukung lainnya, Sheeran membebaskan mereka untuk membawakan daftar lagu pilihan mereka sendiri.

“Setelah penampilan Macklemore di konser saya di New Jersey, pihak penyelenggara di lokasi tur saya berikutnya menyatakan akan membatalkan pertunjukan jika dia masih menjadi penampil pendukung,” lanjutnya. “Saya diberi tahu bahwa sikap tersebut didasarkan pada cara Macklemore menyampaikan sebagian pesannya saat tampil, bukan pada keseluruhan isi ucapannya.”

Sheeran melanjutkan dengan mengatakan bahwa ia telah menghabiskan waktu sepekan terakhir untuk berkomunikasi dengan pihak stadion serta "para aktivis dari kedua belah pihak" dalam upaya menyatukan semua pihak yang terlibat.

"Keputusan pihak tempat acara dan promotor sudah final," tulis peraih empat penghargaan Grammy tersebut. "Saya telah menghabiskan minggu ini untuk mencoba menjembatani perbedaan dan mencari solusi, namun sayangnya, saya tidak berhasil melakukannya."

“Keputusan untuk menghentikan Macklemore dari tur adalah keputusan pihak promotor, bukan keputusan saya. Kontrak tur Macklemore dibuat dengan pihak promotor, bukan dengan saya,” tambah Sheeran.

Lebih lanjut, Sheeran mengatakan bahwa dirinya tidak terlibat dalam hal ini. Ia juga menekankan bahwa ia memiliki alasan mengapa tidak menggunakan platform profesionalnya untuk berbicara soal politik. Ia mengatakan bahwa audiensnya mencakup anak-anak muda, bahkan sering kali anak-anak, dari berbagai latar belakang.

“Saya tidak terlibat dalam hal ini. Saya memiliki pandangan pribadi mengenai konflik yang menghancurkan ini. Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara di depan umum, bukan berarti saya tidak memilikinya, ataupun berarti saya tidak peduli. Hal itu juga tidak berarti saya tidak mendukung berbagai perjuangan dengan cara saya sendiri yang bersifat pribadi.

Ada alasan mengapa saya tidak menggunakan platform profesional saya untuk urusan politik—audiens saya mencakup kaum muda, bahkan sering kali anak-anak, dari berbagai latar belakang. Mereka yang datang ke pertunjukan saya tidak mengharapkan adanya forum politik.

Saya menghargai keteguhan hati Macklemore untuk bersuara lantang demi apa yang ia yakini. Namun, ada ruang bagi berbagai pendekatan untuk mencapai tujuan yang sama: perdamaian. Saya memilih untuk menggunakan ketenaran dan platform saya sebagai tempat yang aman dan penuh perlindungan, untuk menjaga diplomasi serta membiarkan percakapan tetap terbuka, bukan tertutup. Jika kita hanya berfokus untuk bersuara paling lantang, tidak akan ada perubahan yang terjadi. Ada berbagai cara untuk menjadi penggerak perubahan,” tulis Sheeran.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

Pilihan Redaksi

  • Salut! Begini Cara Kehlani dan Macklemore Dukung Palestina Lewat Lagu
  • Rapper Macklemore Dikeluarkan dari Tur Ed Sheeran karena Bela Palestina
  • 4 Musisi Undurkan Diri dari Konser Ed Sheeran, Bentuk Solidaritas untuk Macklemore

(naq/naq)