Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah fans Israel bersama kelompok advokasi Israel-Amerika, Israeli-American Council (IAC), mengancam boikot dan mendesak Ed Sheeran untuk mencoret rapper Macklemore dari sisa jadwal konser "Loop Tour".
Melansir YNET News, langkah ini diambil setelah Macklemore menggaungkan "Free Palestine" di atas panggung konser Sheeran di Stadion MetLife, New Jersey. Karena aksinya ini, dia dituduh sengaja menyebarkan pesan politik anti-Israel secara sepihak di hadapan lebih dari 80.000 penonton.
IAC resmi meluncurkan petisi yang ditujukan kepada Sheeran, penyelenggara tur Live Nation, hingga pengelola lokasi konser yang tersisa. Desakan tersebut juga dipicu aksi Macklemore yang membawakan lagu terbarunya, "Hind's Hall", sembari menampilkan visual kondisi Gaza dan berbagai pesan politik di layar raksasa stadion.
Poin utama yang menjadi sorotan tajam adalah pembawaan lagu "Hind's Hall", karya yang diciptakan khusus untuk mendukung gerakan protes pro-Palestina di berbagai kampus.
Judul lagu tersebut mengacu pada Hamilton Hall di Universitas Columbia, gedung akademis yang sempat diterobos dan diduduki pengunjuk rasa. IAC menilai pemilihan lagu itu mempertegas muatan politis yang melanggar batas, mengingat aksi di kampus-kampus tersebut turut diwarnai aksi vandalisme dan pelanggaran hukum.
Tanggapan Macklemore
Dalam sebuah video yang diunggah di media sosialnya pada Senin, Macklemore terlihat sedang berbicara di atas panggung: "Kepada seluruh saudara-saudari Yahudi saya: Kritik terhadap Israel, kritik terhadap apartheid, serta sikap menentang genosida, sama sekali bukan merupakan kritik yang ditujukan kepada Anda."
"Harapan agar semua manusia diperlakukan secara setara seharusnya tidak pernah menjadi hal yang kontroversial."
Dalam rekaman tersebut, ia terlihat berkata: "Salah satu alasan saya ingin mengikuti tur ini adalah karena saya ingin berdiri di atas panggung di seluruh Amerika dan mengucapkan dua kata yang sangat bermakna bagi saya: Bebaskan Palestina."
Lebih dari 73.000 orang telah tewas akibat serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]