Banda Aceh (ANTARA) - Musyawarah Daerah (Musda) DPD Demokrat Aceh menetapkan dua nama, yakni Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar dan Anggota DPR Aceh Nurdiansyah Alasta, untuk diusulkan ke DPP Demokrat sebagai calon Ketua DPD Demokrat Aceh lima tahun ke depan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Demokrat Herman Khaeron, di Banda Aceh, Rabu malam mengatakan, mekanisme pemilihan Ketua DPD Demokrat melalui Musda mengusulkan maksimal tiga nama calon kepada Ketua Umum DPP Demokrat untuk kemudian dipilih salah satunya menjadi ketua.
Menurutnya, dalam Musda Demokrat Aceh terdapat dua nama yang memenuhi syarat dukungan minimal 20 persen. Keduanya adalah Sayuti Abubakar dan Nurdiansyah Alasta.
"Yang mendaftarkan serta mendapatkan dukungan di atas 20 persen ada dua orang, yaitu Sayuti dan Nurdiansyah," kata Herman.
Ia menjelaskan, kedua nama tersebut selanjutnya akan ditetapkan dalam proses persidangan. Dalam proses tersebut terdapat beberapa tahapan dan 11 surat keputusan yang harus dilalui, termasuk tahapan pengusulan calon Ketua DPD.
Herman menuturkan, Ketua Umum DPP Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan mempertimbangkan siapa yang dinilai tepat untuk menahkodai Demokrat Aceh.
"Nama itu sudah hasilnya. Kita tunggu saja. Kita ingin secepatnya. Biasanya satu dua minggu Ketum sudah bisa mengurusnya. Tergantung Ketum menimbang dan menilai," ujarnya.
Menurutnya, proses penetapan akan lebih cepat jika hanya ada satu calon. Namun, dengan adanya dua calon, Ketua Umum akan melakukan pertimbangan khusus secara objektif untuk memilih calon terbaik.
"Kalau aklamasi lebih cepat. Tapi kalau dua tentu akan ada pertimbangan-pertimbangan khusus yang secara objektif pasti Ketum akan memilih yang terbaik," katanya.
Herman menyebutkan, kedua calon memiliki latar belakang jabatan yang berbeda. Salah satunya berada di jabatan eksekutif, sementara yang lainnya memiliki jabatan legislatif. Keduanya dinilai memiliki kekuatan, kelebihan, maupun kekurangan masing-masing yang akan menjadi pertimbangan Ketua Umum.
"Itulah yang nanti akan dipertimbangkan oleh Ketum. Sabar saja, menunggu supaya proses ini berjalan baik," ujarnya.
Ia juga meminta seluruh kader dan pendukung kedua calon kembali bersatu setelah proses penetapan Ketua DPD selesai. Konsolidasi organisasi dan merapatkan barisan penting untuk membangun kekuatan serta meraih kemenangan.
"Setelah nanti kita memutuskan salah satu menjadi ketua, maka tetap harus bersatu. Jangan saling meninggalkan para pendukungnya," tegas Herman.
Ia kembali menegaskan, konstitusi Partai Demokrat membuka ruang demokrasi dalam proses pemilihan ketua. Namun, menurutnya, tujuan yang lebih penting adalah meningkatkan jumlah kursi dan elektoral partai pada Pemilu 2029.
"Yang terpenting kita lakukan adalah bekerja keras dan kemudian bisa meraih hati dan pikiran rakyat," ujarnya.
Ia juga memastikan para pendukung kedua calon tetap akan diakomodasi setelah salah satu calon ditetapkan sebagai Ketua DPD Demokrat Aceh.
"Saya akan menggaransi bahwa siapapun para pendukung di kedua belah pihak, tetap nanti saya akan mengakomodir dan tetap saya akan fasilitasi untuk tetap bersatu di sana," pungkas Herman.
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.