Strategi berikutnya berkaitan dengan perlindungan bagi pelaku usaha mikro. BRI melihat perlindungan usaha sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan pembiayaan, terutama ketika nasabah menghadapi bencana atau kondisi yang tidak terduga.
“Ketiga, memperkuat perlindungan bagi pelaku usaha mikro, termasuk melalui solusi asuransi dan perlindungan usaha dengan biaya yang terjangkau, sehingga nasabah lebih siap menghadapi risiko kegagalan usaha akibat bencana maupun kondisi yang tidak terduga," ujarnya.
Akhmad menegaskan, keberhasilan pembiayaan mikro tidak hanya dilihat dari kemampuan menyediakan akses modal. Ada aspek keberlanjutan usaha yang juga perlu diperhatikan.
“Karena bagi BRI, keberhasilan pembiayaan mikro bukan hanya bagaimana memberikan akses modal, tetapi bagaimana memastikan nasabah mampu menghadapi tantangan, menjaga usahanya tetap berjalan, dan terus berkembang secara berkelanjutan," tegasnya.
Holding Ultra Mikro Siapkan Ekosistem Lebih Terintegrasi
Strategi menghadapi tantangan tersebut menjadi bagian dari arah pengembangan Holding Ultra Mikro dalam lima tahun berikutnya. Setelah lima tahun pertama menjadi fondasi penguatan ekosistem melalui BRI, PNM, dan Pegadaian, arah selanjutnya ditujukan untuk memperluas manfaat yang diterima masyarakat ultra mikro.
“Ke depan, visi kami adalah menjadikan Holding Ultra Mikro bukan hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi sebagai super-app atau hub pemberdayaan ekonomi terdepan di Asia Tenggara yang mampu menghubungkan pembiayaan, pasar, teknologi, dan perlindungan sosial secara lebih terintegrasi," ujarnya.
Dengan arah tersebut, masyarakat ultra mikro diharapkan dapat memperoleh akses yang lebih luas, mulai dari modal dan pendampingan usaha hingga akses pasar serta solusi keuangan.
“Artinya, masyarakat ultra mikro tidak hanya datang untuk mendapatkan pinjaman, tetapi mendapatkan ekosistem lengkap untuk berkembang — mulai dari akses modal, pendampingan usaha, akses pasar, hingga solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka," jelasnya.
Selain itu, pengembangan ekosistem juga melihat peluang dari sektor emas melalui pengembangan bullion bank. Menurut Akhmad, penguatan ekosistem tersebut dapat memperluas peran emas dalam mendukung inklusi keuangan masyarakat.
“Melalui pengelolaan ekosistem emas yang lebih terintegrasi, masyarakat dapat memiliki alternatif untuk menyimpan nilai aset, memperoleh akses pembiayaan berbasis emas, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan," ujarnya.
Arah pengembangan Holding Ultra Mikro tidak hanya berkaitan dengan penyaluran pembiayaan.
“Jadi, arah Holding Ultra Mikro ke depan bukan hanya membangun institusi pembiayaan, tetapi membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi rakyat yang lengkap, digital, inklusif, dan berkelanjutan," tuturnya.