Harga minyak terus naik di tengah ketegangan AS-Iran - ANTARA News Kalimantan Selatan

Istanbul (ANTARA) - Harga minyak terus meningkat pada Selasa menyusul kembali memanasnya ketegangan Amerika Serikat dan Iran yang telah meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan terganggunya pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

Harga minyak mentah Brent berjangka naik 1,4 persen menjadi 98,5 dolar AS (sekitar Rp1,74 juta) per barel pada pukul 06.30 GMT, mencapai level tertinggi dalam enam pekan.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka juga naik 1,4 persen menjadi 94 dolar AS (Rp1,66 juta) per barel.

Pada Selasa, kelompok Houthi di Yaman menyerang sejumlah kota dan infrastruktur ekonomi Arab Saudi bagian selatan. Aksi militer Houthi ini memakan korban jiwa, ungkap koalisi militer pimpinan Arab Saudi.

Baca juga: Iran ancam terapkan zona larangan maritim di Teluk Persia

Selain itu, kebakaran terjadi di sejumlah fasilitas energi di Arab Saudi bagian selatan setelah serangan yang menyasar fasilitas tersebut, kata Kementerian Energi Arab Saudi.

Sementara itu, pada Senin, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pihaknya menargetkan dan menghancurkan balon udara pengintai (aerostat) militer AS yang ditambatkan dalam serangan drone di dekat Bandara Erbil, Irak bagian utara.

Mohsen Rezaei, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Senin, mengatakan negaranya akan menetapkan zona maritim baru yang “terbatas” di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang.

Dia juga memperingatkan bahwa setiap kapal yang memasuki wilayah tersebut akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi.

Pasukan Penjaga Pantai Yaman juga mencegat sebuah kapal tanker minyak pada Minggu setelah kapal tersebut menurunkan muatan “tidak sah” di pelabuhan Ras Isa yang dikuasai Houthi di Provinsi Al-Hudaydah, lapor media pemerintah.

Baca juga: AS: Kesepakatan nuklir dengan Iran belum tentu terwujud

AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada Juni yang dimediasi Pakistan dan Qatar.

Kesepakatan tersebut mengatur langkah-langkah untuk mengakhiri permusuhan, membuka kembali Selat Hormuz, serta mengatasi pembatasan ekonomi.

Sejak saat itu, kedua pihak saling menuduh gagal memenuhi komitmen dalam nota kesepahaman tersebut. Ketegangan militer juga terus berlanjut di tengah perselisihan mengenai sanksi dan pelayaran melalui Selat Hormuz.

Sumber: Anadolu

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Harga minyak terus naik di tengah berlanjutnya ketegangan AS-Iran

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.