Harga TBS kelapa sawit Rp3.846 per kg - ANTARA News Kalimantan Selatan

Pekanbaru, Riau (ANTARA) - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani swadaya di Provinsi Riau naik tipis sebesar Rp13,25 per kilogram atau 0,35 persen dari periode sebelumnya, menjadi Rp3.846 per kg.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau Defris Hatmaja mengatakan kenaikan harga terjadi pada kelompok umur 9 tahun, yang merupakan harga tertinggi.

Ketentuan ini berlaku selama satu minggu ke depan, yaitu periode 22-28 Juli 2026.

"Kenaikan harga TBS pada periode ini masih dipengaruhi meningkatnya harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan inti sawit (kernel)," katanya di Pekanbaru, Riau, Rabu.

Ia mengatakan harga CPO naik sebesar Rp62,56 per kg menjadi Rp15.660 per kg dibandingkan minggu lalu. Sementara itu, harga kernel naik sebesar Rp30,14 per kg menjadi Rp14.035 per kg pekan ini.

Hal yang sama juga terjadi pada petani plasma, harga pembelian dalam satu minggu ke depan juga naik tipis sebesar Rp39,58 per kg atau mencapai 1,02 persen dari harga periode sebelumnya dan sekarang menjadi Rp3.930,55 per kg.

Untuk harga jual CPO minggu ini, lanjutnya, juga naik sebesar Rp55,29 per kg menjadi Rp15.660 per kg.

Sementara itu, harga kernel untuk TBS petani plasma juga naik sebesar Rp169,22 menjadi Rp14.035 per kg.

Dafris mengatakan bahwa dalam menetapkan harga TBS, pihaknya selalu meningkatkan tata kelola agar penetapan harga sesuai dengan peraturan dan adil bagi kedua belah pihak.

"Meningkatkan tata kelola penetapan harga merupakan upaya serius dari semua pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Harga TBS kelapa sawit petani Riau naik jadi Rp3.846 per kg

Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.