Polres Tanah Bumbu siapkan ratusan personil hadapi Karhutla - ANTARA News Kalimantan Selatan

Batulicin (ANTARA) - Kepolisian Resor Tanah Bumbu, jajaran Polda Kalimantan Selatan, menggelar apel kesiapsiagaan pasukan dan sarana prasarana untuk menanggulangu kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di "Bumi Bersujud".

Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Novy Adi Wibowo, di Batulicin, Rabu, mengatakan jajaran Polres Tanah Bumbu harus selalu siap siaga dan merespons cepat setiap potensi ancaman Karhutla.

"Ratusan personil polisi sudah kami siapkan untuk mencegah, mendeteksi secara dini, serta memadamkan titik api dengan cepat," kata Novy.

Ia juga menegaskan pentingnya penguatan edukasi serta tindakan tegas terhadap oknum yang sengaja membakar lahan secara ilegal.

Novy tidak segan mengambil tindakan hukum terukur terhadap siapa saja yang terbukti sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Upaya pencegahan, sosialisasi, serta edukasi kepada warga tetap kita utamakan, namun tindakan tegas secara hukum wajib diberlakukan untuk memberikan efek jera," tegas AKBP Novy di hadapan para personel.

Novy mengimbau kepada seluruh jajaran Polsek harus siap untuk menghadapi lonjakan titik panas (hotspot) serta merespons cepat potensi kebakaran sekecil apa pun di area pedesaan yang sulit dijangkau armada besar.

"Para Kapolsek harus rutin melakukan patroli dialogis di zona-zona rawan kekeringan serta memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholders), seperti TNI, BPBD, Pemkab Tanbu, dan Masyarakat Peduli Api (MPA)," perintahnya.

Usai apel, para personel juga melakukan simulasi penanganan kebakaran, mulai dari pengecekan tangki hingga penyiraman api menggunakan mesin pompa portabel water tank untuk memastikan seluruh sarana pendukung dalam kondisi prima dan siap pakai saat terjadi pemadaman darurat di lapangan.

Langkah antisipasi dini ini menjadi krusial mengingat data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Bumbu mencatat sebanyak 49 titik panas (hotspot) telah terdeteksi di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu sepanjang periode 1 Januari hingga awal Juli 2026.

Meskipun sebaran titik panas tersebut terbilang relatif rendah dibandingkan sejumlah daerah tetangga di Kalimantan Selatan, Pemkab Tanah Bumbu telah resmi menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla guna mengantisipasi eskalasi ancaman selama puncak kemarau tahun ini.

Pewarta: Sujud Mariono
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.