Pematang Siantar (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar memfasilitasi pertemuan antara ekonom, pemerintah daerah (pemda) dan pelaku usaha, Rabu (23/9), pada satu forum diskusi.
Horja Economic Forum 2026. Begitu sebutannya mengusung tema Sinergi Kawasan, Akselerasi Pertumbuhan : Mengoptimalkan Dampak Pengganda KEK Sei Mangkei bagi Pematangsiantar - Simalungun.
Forum ini dihadiri pejabat Pemkot Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, perbankan, pemangku kepentingan dan para pelaku usaha.
Kantor Perwakilan BI Pematangsiantar menghadirkan Wahyu Sugeng Imam Soeparno SE MM (Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan FEB USU), Alwin Abdi (Direktur PT KINRA), Robert Pardede (Ketua PHRI Simalungun) dan Zulfikar Damanik (Wakil Sekretaris KTNA Simalungun) sebagai narasumber.
Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman menyampaikan, forum ini merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Forum ini bertujuan merumuskan langkah strategis dalam memperkuat keterhubungan antar sektor dan mentransformasi KEK Sei Mangkei menjadi mesin pertumbuhan yang memberikan dampak pengganda nyata bagi perekonomian daerah sekitar.
Disebutkan, Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun memiliki karakteristik ekonomi yang saling melengkapi.
Kabupaten Simalungun sebagai basis sektor pertanian dan industri pengolahan, sementara Kota Pematangsiantar terus berkembang sebagai pusat aktivitas perdagangan dan jasa.
Dia berharap, forum ini bisa membuka potensi, peluang dan tantangan bagi dia daerah itu dalam memajukan perekonomian masyarakat.
Pemerintah Kota Pematangsiantar menyambut baik dan memberikan apresiasi atas inisiatif Bank Indonesia.
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar, Fidelis Sembiring menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya integrasi ini.
Pemkot Pematangsiantar dan Pemkab Simalungun akan bersinergi guna membuka kesempatan usaha baru, meningkatkan kesempatan kerja, dan pada akhirnya bermuara pada dorongan kuat bagi akselerasi bagi pertumbuhan ekonomi.
Staf Ahli Bupati Simalungun, Debora Hutasoit menyampaikan, Pemkab Simalungun telah menyiapkan balai tenaga kerja dan berharap KEK Sei Mangkei dapat menyerap para pekerja ini secara maksimal.
Begitu juga untuk sektor pertanian. Pemkab Simalungun mendorong KTNA untuk mensosialisasikan kepada petani agar tidak hanya menjual buah mentah, tetapi menangkap peluang hilirisasi produk, seperti menyuplai konsentrat buah untuk industri es krim di KEK Sei Mangkei.
Pewarta: Waristo
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.