Dubes RI Washington sambut baik rencana ANTARA buka kantor di AS
Kamis, 24 September 2026 16:27 WIB
Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo (kiri) dalam pertemuannya dengan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutia Hafid di sela-sela rangkaian Sidang Majelis Umum PBB 2026 di New York, AS, Selasa (22/9/2026). ANTARA/HO-KBRI Washington
Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo menyambut baik rencana Kantor Berita Nasional ANTARA membuka kantor perwakilan di AS.
Sambutan itu dia sampaikan saat dirinya bertemu Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid di sela-sela rangkaian Sidang Majelis Umum PBB 2026 di New York, AS, Selasa (22/9), sebagaimana keterangan KBRI Washington pada Kamis.
Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan kerja sama Indonesia-AS di bidang komunikasi serta perkembangan teknologi digital.
Menteri Meutya mengatakan kehadiran kantor perwakilan ANTARA di AS diharapkan dapat memperluas penyebaran informasi terkait Indonesia kepada publik AS, sekaligus menyampaikan perkembangan berbagai kerja sama kedua negara kepada masyarakat Indonesia secara cepat, akurat, dan berimbang.
Dubes Indroyono menyambut positif rencana tersebut. Menurut dia, kehadiran perwakilan ANTARA di AS dapat memperkuat pemberitaan mengenai kerja sama kedua negara di berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, sosial, budaya, serta hubungan antar-masyarakat.
Kepada ANTARA pada Kamis, Dubes Indroyono mengatakan bahwa terkait rencana tersebut, KBRI dapat memfasilitasi persiapan awal pembukaan kantor perwakilan ANTARA di AS.
KBRI juga dapat membantu memberikan akses bagi ANTARA ke Pemerintah Federal AS, pemerintah di 50 negara bagian AS, badan legislatif, Kongres dan Senat AS, badan strategi dan universitas, industri, diaspora, dan kepada sekitar 8.000 mahasiswa Indonesia di AS.
"Kehadiran Kantor Berita Nasional ANTARA akan dapat lebih menyiarkan berita kerja sama kedua negara di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan people-to-people contact, yang saat ini dipayungi dalam US - Indonesia Comprehensive Strategic Partnership," katanya.
Baca juga: Diplomasi damai dari pembawa suara negara
"Ini berarti menyebarkan berita ke lebih dari 340 juta warga AS dan lebih dari 280 juta warga Indonesia, serta tentunya untuk seluruh warga Internasional. Berarti pula, akan lebih memperkuat dan mempererat hubungan dua negara demokrasi besar di dunia ini," kata Dubes Indroyono menambahkan.
Rencana pembukaan kantor perwakilan itu disebut juga memiliki makna historis bagi ANTARA yang didirikan pada 13 Desember 1937 oleh beberapa tokoh pemuda pejuang seperti Adam Malik, Soemanang, A.M. Sipahoetar, dan Pandoe Kartawigoena.
Pada masa kolonial, ANTARA berperan sebagai kantor berita perjuangan yang menghadirkan suara Indonesia di tengah dominasi narasi kolonial.
Peran tersebut berlanjut pada 17 Agustus 1945 ketika ANTARA turut menyiarkan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke berbagai daerah dan dunia internasional.
Sejak 1962, ANTARA resmi menjadi Lembaga Kantor Berita Nasional.
Saat ini, ANTARA tidak hanya menjalankan fungsi pemberitaan nasional, tetapi juga menjadi penghubung informasi Indonesia dengan dunia melalui penyajian berita, foto, video, dan informasi multimedia.
ANTARA juga mengelola jaringan biro di seluruh provinsi serta menjalin kemitraan dengan sejumlah kantor berita internasional.
Di luar negeri, ANTARA saat ini memiliki dua biro atau perwakilan, yakni di Kuala Lumpur, Malaysia; dan Beijing, China.
Baca juga: 35 kantor berita Asia Pasifik bahas penanganan disinformasi di Moskow
Pembukaan kantor perwakilan di AS akan memperluas jaringan tersebut ke salah satu pusat diplomasi, ekonomi, teknologi, pendidikan, dan media global.
Potensi liputan ANTARA di AS dinilai luas, mengingat hubungan kedua negara mencakup berbagai sektor dan melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.
Pada 2025, nilai perdagangan barang dan jasa Indonesia-AS mencapai sekitar 43 miliar dolar AS (sekitar Rp769,5 triliun), dengan surplus sekitar 19 miliar dolar AS (sekitar Rp339,8 triliun) bagi Indonesia.
Sejumlah produk Indonesia yang memiliki pasar di AS antara lain peralatan listrik dan elektronik, pakaian jadi, alas kaki, minyak dan lemak nabati termasuk produk sawit, produk karet, mesin, furnitur, serta hasil perikanan.
Berbagai cerita di balik produk tersebut, termasuk mengenai pekerja, pelaku usaha kecil, inovasi manufaktur, dan penerapan standar keberlanjutan, dinilai dapat menjadi bahan liputan dan feature ANTARA.
Di bidang pendidikan, sekitar 8.348 mahasiswa Indonesia tercatat menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi Amerika Serikat pada tahun akademik 2023/2024. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara asal mahasiswa internasional terbesar kedua dari Asia Tenggara di AS.
Kisah mahasiswa, peneliti, alumni, dan diaspora Indonesia juga dapat menjadi bagian dari pemberitaan tentang hubungan kedua negara.
Dengan demikian, kehadiran kantor ANTARA di AS diharapkan tidak hanya memperkuat penyebaran informasi tentang berbagai perkembangan bilateral, tetapi juga mendukung pemahaman dan hubungan antar-masyarakat Indonesia dan AS.
Pewarta : Katriana
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026