Indonesia menjajaki kerja sama inovasi batu bara dengan AS

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat menjajaki peluang kerja sama baru di bidang penelitian dan inovasi teknologi gasifikasi batu bara kalori rendah, yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan mitra di negara bagian Dakota Utara.

Duta Besar RI untuk AS Indroyono Soesilo mengatakan kerja sama energi tersebut merupakan salah satu bentuk konkret dalam menjalin kemitraan secara spesifik dengan negara bagian di AS.

"Kerja sama ini juga menarik, karena mempertemukan kebutuhan Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya energi dengan kemampuan riset dan inovasi yang dimiliki Dakota Utara," kata Indroyono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan Dakota Utara memiliki posisi penting dalam pengembangan riset energi di AS.

Baca juga: Menteri Bahlil menyatakan produksi nikel-batubara dipangkas tahun depan

Sementara itu, Pusat Penelitian Energi dan Lingkungan (EERC) di University of North Dakota selama ini sudah mengembangkan berbagai teknologi terkait energi dan lingkungan, sementara BRIN memiliki peluang berkolaborasi dengan lembaga tersebut.

"Kami ingin kerja sama ini memberikan manfaat konkret bagi kemandirian energi, hilirisasi, sekaligus penguatan teknologi nasional," kata Indroyono.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah Transport Integrated Gasification (TRIG), sebuah pendekatan teknologi gasifikasi untuk meningkatkan pemanfaatan batu bara, termasuk batu bara dengan karakteristik kalori rendah.

Menurut Indroyono, teknologi tersebut bernilai strategis bagi Indonesia yang memiliki sumber daya batu bara kalori rendah dalam jumlah besar.

Baca juga: Bea keluar batubara perlu imbangi restitusi PPN tinggi

Pemanfaatan teknologi tersebut secara tepat akan dapat menunjang agenda hilirisasi, penguatan ketahanan energi, dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

Inisiatif itu juga dapat mendukung pengembangan kerja sama antara Danantara Indonesia dengan Latitude Energy AS dalam mendorong diversifikasi sumber energi, serta peluang substitusi gas LNG.

Selain kerja sama energi, Indonesia juga tertarik menjajaki potensi kerja sama strategis dengan negara bagian Dakota Utara di bidang pertanian, khususnya gandum. Potensi tersebut relevan dengan agenda penguatan ketahanan pangan nasional, ujar Indroyono.

Pembahasan peluang kerja sama tersebut berlangsung dalam pertemuan antara Direktur Jenderal kawasan Amerika-Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Grata Endah Werdaningtyas dengan Senator AS mewakili Dakota Utara, Kevin Cramer, di Capitol Hill, Washington D.C., Amerika Serikat, pada Selasa (4/8).

Pewarta : Nabil Ihsan
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026