ISI Surakarta bentuk komite etik usut video viral di pendopo kampus

ISI Surakarta bentuk komite etik usut video viral di pendopo kampus

Senin, 24 Agustus 2026 20:56 WIB

Image Print

Kampus ISI Surakarta, Jawa Tengah, Senin (24/8/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta membentuk Komite Etik Mahasiswa serta berkolaborasi dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) untuk mengusut tuntas video viral yang merekam aksi tidak sewajarnya saat penutupan Expo UKM 2026 di Pendopo ISI Surakarta, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Rektor ISI Surakarta Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn. dalam konferensi pers di Ruang Rapat II Rektorat ISI Surakarta, Senin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas peristiwa yang terjadi pada Jumat (21/8) malam tersebut.

Bondet menjelaskan insiden dalam video terjadi saat rangkaian acara utama telah selesai. Video tersebut merekam euforia panitia dan peserta yang masih bertahan di lokasi hingga bertindak di luar kendali.

"Kami memandang serius dan menyatakan sikap tegas atas laporan dari internal, alumni, maupun masyarakat. ISI Surakarta membentuk Komite Etik Mahasiswa yang bekerja sama dengan Satgas PPKPT untuk melakukan investigasi mendalam," ujar Bondet.

Ia menegaskan sanksi tegas akan dijatuhkan kepada pihak-pihak yang terbukti melanggar Peraturan Rektor Nomor 5839 Tahun 2015 tentang Tata Perilaku Mahasiswa ISI Surakarta berdasarkan rekomendasi tim investigasi.

Selain penegakan sanksi, ISI Surakarta mengambil tiga langkah strategis guna merespons insiden tersebut, salah satunya investigasi dan pembentukan komite etik untuk mengusut peran setiap individu dalam video serta menentukan sanksi etik dan disiplin yang sesuai peraturan kampus.

Selanjutnya, pihak kampus juga akan melakukan penguatan nilai budaya dan etika. Dalam hal ini, dikatakannya, ISI Surakarta akan menyelenggarakan Studium Generale (Kuliah Umum) pada 28 Agustus 2026 yang menghadirkan Guru Besar Jurusan Pedalangan Prof. Dr. Soetarno, DEA. Kampus juga memperkuat kurikulum mata kuliah Wawasan Budaya Nusantara dan Estetika Nusantara bagi mahasiswa baru, mahasiswa senior, hingga tenaga pengajar.

Pihaknya juga akan melakukan investigasi menyeluruh terkait kegiatan mahasiswa, yakni memeriksa seluruh prosedur izin dan pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan, termasuk menindaklanjuti laporan resmi yang masuk melalui kanal Satgas PPKPT.

Sementara itu, Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta Dr. Aris Setiawan, S.Sn., M.Sn. meminta publik tidak menghakimi atau menggeneralisasi kesalahan kepada para mahasiswa baru yang terlibat.

"Para mahasiswa baru masih dalam proses mengenal dan beradaptasi dengan lingkungan kampus. Oleh karena itu, komitmen kami adalah memberikan pembinaan dan penguatan nilai-nilai adab serta tradisi Nusantara secara berkelanjutan," tutur Aris.

Sebelumnya, muncul video yang memperlihatkan sejumlah orang berjoget dengan gerakan yang dinilai tidak pantas di Pendopo Ageng ISI Surakarta menguat di media sosial. Rekaman tersebut memicu sorotan karena memperlihatkan aktivitas di salah satu ruang budaya kampus yang berlangsung setelah penutupan Expo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Jumat malam (21/8).

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.