Kabut asap, pelayaran speedboat Tanjung Selor - Tarakan masih normal
Sabtu, 22 Agustus 2026 22:25 WIB
Speedboat tujuan Tarakan dari Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara tetap beroperasi di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Sabtu (22/8/2026). (ANTARA/Agus Salam)
Tanjung Selor (ANTARA) - Petugas Kesyahbandaran Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor memastikan pelayaran speedboat dari Tanjung Selor – Tarakan pulang pergi (PP) masih normal walaupun mulai ada kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Untuk pelayanan penumpang speedboat di Pelabuhan Kayan II masih berjalan normal dan speedboat dari Tanjung Selor – Tarakan PP tetap langsung melayani seperti biasa,” ujar Ariyanto, Kepala Pos Kesyahbandaran Pelabuhan Kayan II di Tanjung Selor, Sabtu.
Ariyanto menyebutkan ada 21 armada speedboat yang berangkat menuju Kota Tarakan dari Tanjung Selor hari ini dan jumlah penunjang sebanyak 876 orang.
“Kalau kemarin (21/8), jumlah speedboat yang berangkat total 20 kapal, untuk kedatangan penumpang sebanyak 446 orang dan untuk keberangkatan penumpang berjumlah 1.006 orang,” katanya.
Dia menegaskan untuk keselamatan pelayaran, setiap penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), pihaknya selalu berpatokan dari prediksi cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika. Apabila tidak disarankan oleh BMKG karena cuaca buruk, maka tidak dikeluarkan SPB.
“Saat ini masih aman berlayar. Kami cuma berpatokan pada prediksi BMKG, karena setiap penerbitan SPB dilampirkan lembar prediksi cuaca dari BMKG,” ungkap Ariyanto.
Sebelumnya, Forcaster BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan Dewi Paramitha menyebutkan dengan adanya karhutla di Kaltara dan beberapa wilayah di Kalimantan, asap mulai menyelimuti Kaltara, khususnya di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
“Untuk jarak pandang saat ini 3-4 meter yang mana untuk penerbangan khususnya pesawat besar tidak direkomendasikan,” ujar Dewi Paramitha.
Sementara itu terkait asap karhutla yang mulai menyelimuti kabupaten/kota se-Kaltara, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltara mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, terutama para pekerja yang mencari nafkah di luar rumah.
“Penggunaan masker sangat penting untuk mengurangi paparan partikel halus yang terkandung dalam asap kebakaran,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltara Yuan Erenst Sukawatie.
Karena itu, kata Yuan, untuk kondisi kabut asap seperti sekarang Dinkes Kaltara menganjurkan masyarakat menggunakan masker N95, KN95 dan KF94 karena memiliki kemampuan filtrasi yang tinggi.
“Tidak dianjurkan mengandalkan masker kain atau masker medis biasa ketika kondisi udara dipenuhi asap dan partikel halus. Jadi, gunakan masker yang lebih rapat seperti N95, KN95 atau KF94,” pesannya.
Baca juga: Presiden tambah helikopter water bombing penanganan karhutla Kalteng
Baca juga: Presiden Prabowo tegaskan akan tindak korporasi penyebab karhutla
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.