Jakarta -
Kafe asal Hong Kong, Elephant Grounds, resmi hadir di Jakarta. Tempatnya nyaman dengan pilihan makanan enak yang beragam hingga sajian kopi eksotis andalannya.
Sebuah tempat inklusif akhir-akhir ini banyak diminati. Tak hanya seperti kafe untuk bersantai, tetapi fasilitas untuk work from cafe (WFC), misalnya, yang juga sekaligus mampu menampung kebutuhan komunitas semakin diincar.
Salah satunya seperti kafe asal Hong Kong yang baru buka di Jakarta. Elephant Grounds resmi membuka cabang pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Annajon Lifestyle Hub, Cilandak, Jakarta Selaran, pada Jumat (21/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan cabangnya di negara lain seperti Singapura dan Filipina. Di Jakarta, Elephant Grounds punya wajah yang berbeda. Selain menghadirkan tempat inklusif yang nyaman, ada beberapa biji kopi dan menu makanan yang khusus hanya ada di Jakarta.
Elephant Grounds hadir di Jakarta dengan menawarkan kebutuhan gaya hidup yang inklusif. Foto: Diah Afrilian/detikcom
Kafe dengan Konsep Inklusif
Berbeda dengan kafe pada umumnya, Elephant Grounds hadir sebagai ruang ketiga, bukan sekadar kedai kopi. Tempat ini dirancang untuk bertemu, bekerja, bersosialisasi, dan menjadi bagian dari keseharian pelanggan.
Konsepnya mengutamakan gaya hidup yang inklusif dan ramah hewan peliharaan atau pet friendly. Joshua Wee selaku General Manager Elephant Grounds Jakarta dan Gerald Li selaku founder Elephant Grounds menyebut cabangnya di Jakarta punya perbedaan signifikan.
"Berbeda dengan di Hong Kong dan cabang lain, di sini (Jakarta) kita benar-benar luas. Ada area kopi, pastry, dan gelato, area roastery, ada meja pingpong, ada juga area untuk hewan peliharaan di luar," ujar Gerald.
Beberapa menu dan nuansa yang dihadirkan di kafenya, berasal dari kolaborasi bersama pelaku usaha lokal. Foto: Diah Afrilian/detikcom
Kolaborasi Menu hingga Pengrajin Lokal
Di Jakarta, mereka menggandeng pengrajin lokal untuk membuat elemen interior. Salah satunya Iwan yang membuat speaker custom.
Uniknya, ada beberapa furnitur yang digunakan di Elephants Grounds diambil dari batang kayu yang ditebak dari lahan yang dibuka untuk Elephant Grounds. Batang kayu tersebut dikaryakan menjadi penyangka meja di area Private Dining hingga di area kasir.
Elephant Grounds juga menyebut selama ini sumber biji kopi yang digunakan berasal dari Indonesia, khususnya Jawa Timur. Kekayaan biji kopi yang melimpah ruang di Indonesia juga menjadi salah satu alasan mereka tertarik untuk membuka cabangnya di Jakarta.
Selain itu, Elepehant Grounds secara khusus juga menghadirkan menu-menu khusus yang hanya ada di Indonesia. Melalui bantuan tim lokal yang bekerja di dapur, Elephant Grounds menghadirkan menu dengan nuansa Indonesia seperti Rendang Donburi.
Menu yang ditawarkan begitu variatif, mulai dari salad, menu utama, hingga dessert. Foto: Diah Afrilian/detikcom
Kreasi Menu yang Variatif
Gerald Li tak hanya piawi sebagai pebisnis kuliner tetapi ia juga foodies yang punya penasaran tinggi terhadap berbagai kuliner. Tak heran jika menu-menu yang disajikan di Elephant Grounds tidak hanya mencakup dari satu wilayah atau negara saja.
Hal ini terlihat dari penyajian menu bernama Mr. Shaksuka di Elephant Grounds. Shaksuka sendiri merupakan olahan telur khas Tunisia dan negara Timur Tengah.
Di sini, shakshuka yang dimasak dengan banyak rempah dan bumbu dipadukan dengan sourdough panggang. Teksturnya yang renyah paling enak dinikmati dengan cara dicocol langsung ke dalam telurnya.
Ada juga beberapa hidangan mancanegara lain seperti Beef Pepperoni Pizza, Yuzu Caesar Salad, Fish Sando, dan masih banyak lagi. Tetapi ciri khas Hong Kong yang kental bisa dikenali dari Egg Tart.
Menu Egg Tart yang disajikan punya cita rasa yang paling cocok dinikmati bersama kopi. Puff pastry yang renyah puluhan lapis bertemu dengan isian custard yang tidak berbau amis telur serta rasa manis yang tak berlebihan.
Berkaitan dengan kopi, Elephant Grounds Jakarta menonjolkan biji kopi lokal hingga yang eksotis sekalipun. Foto: Diah Afrilian/detikcom
Pilihan Single Origin Lokal hingga Eksotis
Sebagai sebuah kafe, tentunya Elephant Grounds menawarkan kopi mereka sebagai menu andalan. Saat menyambanginya, tim detikFood berkesempatan mencicipi Dirty Latte.
Karakter kopi yang nutty, fruity, dengan kadar keasamaan yang medium dari espressonya bertemu dengan susu yang telah didinginkan sebelumnya. Sehingga membuat lapisan rasa manis dan creamy tanpa tambahan pemanis maupun krimer.
Tak hanya menu kopi espresso-based, di sini juga tersedia Filtered Coffee dengan berbagai tier biji kopi. Mulai dari biji kopi lokal hingga eksotis.
Dalam kunjungan ke Elephant Grounds Jakarta, tim detikFood juga berkesempatan cupping untuk beberapa jenis kopinya. Biji kopi dari Kerinci, misalnya, punya karakter kopi yang kuat dengan dominan hint rasa jeruk pada sesapannya.
Sementara untuk kopi eksotisnya Elephant menawarkan pilihan variety Geihda dan Panama dan Caturra. Berbeda dengan kopi lokal, kopi eksotis ini punya karakter yang lebih nutty dengan sentuhan rasa mirip teh putih atau white tea yang lembut.
Khusus di Jakarta, ada menu fusion Jepang dan Indonesia yang diberi nama Rendang Donburi. Foto: Diah Afrilian/detikcom
Rendang Donburi jadi Inspirasi Menu Lokal
Joshua mengatakan Elephant Grounds selalu menghadirkan menu lokal dari tempat cabangnya berada. Pembukaan gerainya di Jakarta dilengkapi dengan salah satu menu unik yang bernama Rendang Donburi, fusion antara kuliner Jepang dan Indonesia.
Semangkuk Rendang Donburi berisi nasi putih, potongan daging rendang, jukut dan kol goreng, serta telur ceplok setengah matang. Uniknya, rasa rendang yang disajikan benar-benar mirip rendang Indonesia.
Rempah yang kuat, santan yang kental, bedanya rendang di sini disesuaikan dengan rasa pedas cabai yang lebih halus. Tekstur dagingnya juga lembut dan tak butuh tenaga lebih untuk mengunyahnya.
Apalagi ketika dipadukan dengan kuning telur setengah matang, rasanya seluruh komponen hidangannya semakin menyatu ditambah dengan tekstur yang lebih creamy. Gerald sendiri mengaku Rendang Donburi sebagai salah satu makanan favoritnya di Elephant Grounds Jakarta.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Jelajah Jalur Jakarta-Tegal: Warisan Budaya Hingga Kuliner Lokal"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/sob)