KAI Palembang edukasi aturan dan keselamatan bawa power bank di kereta
Jumat, 11 September 2026 21:14 WIB
Penumpang kereta api turun di Stasiun Muara Enim, Sumatera Selatan. ANTARA/HO/KAI Divre III Palembang.
Palembang (ANTARA) - KAI Divisi Regional III Palembang mengedukasi pelanggan mengenai keamanan membawa dan menggunakan bank daya atau power bank selama perjalanan kereta api guna mencegah risiko gangguan keselamatan.
Manager Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti di Palembang, Jumat, mengatakan keselamatan perjalanan kereta merupakan tanggung jawab bersama sehingga pelanggan perlu memastikan perangkat elektronik yang dibawa dalam kondisi baik.
"Kami mengimbau pelanggan untuk memastikan power bank yang dibawa dalam kondisi baik dan segera melaporkan kepada petugas apabila ditemukan tanda-tanda yang tidak normal," katanya.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul informasi yang beredar di media sosial terkait bank daya milik seorang penumpang yang mengeluarkan asap saat berada di KA Argo Semeru relasi Surabaya Gubeng-Gambir pada 7 September 2026.
KAI Divre III Palembang menyebut hingga kini belum menerima laporan terkait power bank yang terbakar baik selama perjalanan kereta maupun di stasiun. Meski demikian langkah pencegahan tetap dilakukan melalui edukasi kepada pelanggan.
Bank daya umumnya menggunakan baterai lithium-ion atau lithium-polymer yang dapat mengalami peningkatan suhu secara tidak normal apabila mengalami kerusakan fisik, benturan, korsleting, menggunakan baterai berkualitas rendah atau telah mengalami penurunan kondisi.
Kondisi tersebut berpotensi memicu thermal runaway yang dapat menyebabkan perangkat mengeluarkan asap hingga terbakar.
Pelanggan diminta mewaspadai sejumlah tanda seperti bentuk bank daya yang menggembung atau berubah bentuk, suhu perangkat yang terlalu panas, proses pengisian yang sangat lambat atau tidak berfungsi, baterai cepat habis, muncul bau gosong atau tidak biasa serta lampu indikator yang tidak berfungsi normal.
Apabila menemukan tanda tersebut, pelanggan diminta tidak memaksakan penggunaan bank daya, menjauhkannya dari sumber panas dan tidak membongkar atau menangani sendiri apabila kondisi perangkat dinilai berbahaya.
KAI memperbolehkan pelanggan menggunakan power bank untuk mengisi daya perangkat pribadi seperti telepon seluler dan tablet selama perjalanan dengan kapasitas maksimal 100 Wh.
Bank daya yang dibawa juga harus dalam kondisi baik, tidak rusak atau menggembung serta memiliki label kapasitas yang jelas. Sementara itu pengisian daya bank daya menggunakan sumber listrik di dalam kereta dilarang.
Pihaknya juga mengingatkan soket listrik di kereta diperuntukkan bagi perangkat elektronik berdaya rendah seperti telepon seluler, tablet dan laptop bukan untuk mengisi ulang bank daya atau perangkat berdaya tinggi.
Pelanggan juga diimbau tidak meninggalkan bank daya di tempat bersuhu tinggi seperti kendaraan tertutup, terkena paparan sinar matahari langsung atau berada di dekat sumber panas serta selalu mengikuti arahan petugas selama perjalanan.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026