Kaltara dapat 23 titik revitalisasi satuan pendidikan Tahun 2026
Rabu, 19 Agustus 2026 22:56 WIB
Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang menghadiri acara peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan gedung SMA Negeri 1 Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan sebagai salah satu titik bantuan revitalisasi satuan pendidikan oleh pemerintah pusat, Rabu (19/8/2026). (ANTARA/Agus Salam)
Tanjung Selor (ANTARA) - Dari 71.744 titik revitalisasi satuan pendidikan di seluruh Indonesia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mendapatkan 23 titik untuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB).
“Kita mendapatkan 23 titik bantuan revitalisasi satuan pendidikan dari 70 ribu lebih di seluruh Indonesia,” ujar Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang diwawancara usai Peletakan Batu Pertama Revitalisasi Gedung SMA Negeri 2 Tanjung Selor, Jalan Perdamaian Tanjung Selor, Rabu.
Dengan menerima bantuan revitalisasi yang salah satunya adalah pembangunan gedung baru SMA Negeri 2 Tanjung Selor, Gubernur Zainal menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen sudah memberikan bantuan revitalisasi gedung di SMA Negeri 2 Tanjung Selor ini,” ucapnya.
Ucapan terima kasih tersebut menurutnya wajar disampaikan karena dengan dibangunnya gedung untuk fasilitas ruang laboratorium komputer, perpustakaan serta ruang administrasi dan ruang guru tersebut, maka siswa-siswi SMA Negeri 1 yang selama ini harus bolak-balik ke lokasi sekolah lama untuk praktik Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK).
"Mudah-mudahan setelah pembangunan revitalisasi tiga ruangan ini semua kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di lokasi ini, tidak lagi siswa bolak-balik ke lokasi yang lama dengan menggunakan bus lebih kurang 15 menit dari sini,” katanya.
Gubernur Kaltara berharap di tahun depan, sekolah-sekolah di Kaltara mendapatkan lebih banyak bantuan revitalisasi satuan pendidikan agar gedung-gedung sekolah bertambah dan bisa memenuhi kebutuhan ruang belajar, khususnya di wilayah perbatasan dan pedalaman.
“Mudah-mudahan tahun depan kita bisa dapat lebih banyak lagi, apalagi kita ini provinsi 3T dan provinsi di perbatasan sebagai etalase Indonesia di wilayah utara,” ujar Gubernur Zainal.
Sebelumnya, Kepala SMA Negeri 2 Tanjung Selor Kartinem menyampaikan rasa syukurnya atas dimulai pembangunan gedung baru yang menambah ruang di sekolahnya.
Menurutnya, program revitalisasi di sekolahnya ini tidak datang begitu saja, tapi melalui proses koordinasi, sinkronisasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltara dengan berlandaskan pada data pokok pendidikan (dapodik) serta usulan resmi dari daerah dalam menentukan skala prioritas pembangunan.
“Di sekolah baru ini, mulai digunakan yaitu di tahun 2023, sehingga kami pindah sebagian ke sekolah baru ini,” ujar Kartinem.
Adapun luas keseluruhan tanah di lokasi sekolah yang baru di Jalan Perdamaian, lanjutnya adalah 10.480 meter persegi. Sehingga masih cukup luas tanah yang tersedia untuk membangun fasilitas lainnya.
“Insya Allah dengan revitalisasi ini saya berencana tahun depan kami akan menyatukan seluruh kegiatan pembelajaran di sekolah baru ini. Jadi tidak bolak-balik lagi ke sekolah lama,” katanya.
Baca juga: Kaltara Peringkat Tujuh Nasional Untuk Survei Penilaian Integritas
Baca juga: Pemprov Kaltara minta perusahaan libatkan UMKM masuk kawasan industri
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.