Kantor Berita Bernama sampaikan rasa solidaritas terhadap jurnalis RI hilang kontak - ANTARA News Megapolitan

Kuala Lumpur (ANTARA) - Kantor Berita Nasional Malaysia (Bernama) menyampaikan rasa solidaritas terhadap lima jurnalis Indonesia yang masih hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Indonesia.

Direktur Utama Bernama Datin Paduka Nurul Afida Kamaludin mengatakan bahwa Bernama sangat prihatin atas insiden yang melibatkan para jurnalis yang kehilangan kontak saat menumpang speedboat untuk meliput perkembangan aktivitas gunung berapi tersebut.

"Di masa sulit ini, Bernama, bersama mitra media kami di Indonesia dan Anadolu Agency, juga berharap agar jurnalis dan penumpang lain yang hilang dapat ditemukan dengan selamat dan berkumpul kembali dengan keluarga dan rekan-rekan mereka," kata Nurul seperti dilaporkan Bernama di Kuala Lumpur, Jumat.

Lima jurnalis antara lain Muhammad Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Firdaus Wajidi dari Kantor Berita Turkiye, Anadolu Ajansi, Arie Basuki dari portal berita Merdeka.com, Yudistira Pranoto dari iNews, dan jurnalis lepas Donal Husni, hilang bersama satu orang nakhoda kapal, satu awak kapal dan satu pemandu perjalanan.

Delapan korban tersebut kehilangan kontak sejak Senin (7/9) saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Nurul Afida mengatakan bahwa jurnalis menjalankan tugas mereka untuk kepentingan publik dan sering bekerja dalam kondisi yang menantang dan berbahaya untuk menyampaikan perkembangan penting kepada masyarakat.

"Kami juga bersimpati kepada para jurnalis, keluarga dan kolega mereka, serta semua pihak yang terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan," katanya.

Diberitakan sebelumnya kabar jurnalis RI dan awak kapal hilang di Selat Sunda, turut menjadi pemberitaan sejumlah media arus utama Malaysia.

Adapun Presiden RI Prabowo Subianto telah memerintahkan operasi pencarian dan penyelamatan untuk menemukan delapan orang yang hilang, melibatkan 11 kapal termasuk tiga kapal perang yang dikerahkan dalam upaya menemukan para korban yang hilang kontak tersebut.

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.