Kemenko PMK menggelar rakor antisipasi bencana non-alam di Yogyakarta
Jumat, 11 September 2026 21:10 WIB
Jajaran Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY saat menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Proyek CARE-I (Collaborative Approach for Resilience Surveillance and Pandemic Preparedness in Indonesia), di Kantor BPBD DIY, Kota Yogyakarta, Jumat (11/9/2026). ANTARA/HO-Kemenko PMK
Yogyakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Proyek CARE-I (Collaborative Approach for Resilience Surveillance and Pandemic Preparedness in Indonesia) sebagai upaya mengantisipasi bencana non-alam berbasis masyarakat.
Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan di Yogyakarta, Jumat, mengatakan rapat koordinasi (rakor) tersebut digelar di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memperkuat kapasitas nasional dan daerah.
"Guna mencegah, mendeteksi, serta merespons ancaman pandemi dan kedaruratan kesehatan (bencana non-alam) melalui pendekatan One Health," katanya dalam keterangan tertulis.
Menurutnya, pandemi COVID-19 menjadi pengalaman berharga untuk lebih siap menghadapi ancaman kesehatan serupa dengan fokus melakukan pencegahan dan mitigasi.
"Melalui proyek ini kita akan membentuk gerakan kesadaran kolektif berbasis komunitas dengan merekrut sekitar 100 mahasiswa di DIY sebagai motor penggerak surveilans di tingkat dasar (dasawisma)," ujarnya.
Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK Andre Notohamijoyo menambahkan implementasi proyek CARE-I pada 2026 difokuskan di beberapa daerah, yakni DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
"Keseluruhan program ini adalah upaya kolaboratif untuk memperkuat integrasi data, sistem peringatan dini serta literasi dan ketangguhan masyarakat di tingkat tapak agar terwujud resiliensi kesehatan nasional," katanya.
Menurutnya, pengembangan modul pembelajaran utama seperti materi yang menyangkut rabies, antraks, leptospirosis, dan flu burung, serta modul Gerakan Sadar Bencana akan disusun sebagai bagian dari materi.
"Kami berharap dapat mewujudkan masyarakat Indonesia yang semakin tangguh, memiliki budaya sadar bencana yang tinggi, dan mampu merespons berbagai ancaman dengan cepat demi terwujudnya Indonesia yang aman dan tangguh," ujarnya.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata menyatakan dukungannya terhadap penunjukan DIY sebagai salah satu lokus percontohan proyek CARE-I.
Menurutnya, DIY termasuk daerah rawan bencana serta rentan terhadap penyebaran penyakit infeksius (zoonosis). "Mobilitas masyarakat di DIY termasuk tinggi karena statusnya sebagai kota wisata dan pendidikan," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenko PMK gelar rakor antisipasi bencana non-alam di Yogyakarta
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026