"Seluruh penumpang dan ABK berhasil dievakuasi. Tidak ada korban jiwa dan seluruhnya dalam kondisi sehat,"
Dompu (ANTARA) - Kapal wisata Interniti rute Labuhan Lombok-Labuan Bajo tenggelam di perairan Pulau Satonda, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (1/8) dini hari. Seluruh wisatawan dan anak buah kapal (ABK) berhasil dievakuasi dengan selamat.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Calabai Prayitno mengatakan kapal mengalami gangguan teknis setelah sempat berlindung di sekitar Pulau Satonda akibat cuaca buruk.
"Seluruh penumpang dan ABK berhasil dievakuasi. Tidak ada korban jiwa dan seluruhnya dalam kondisi sehat," kata Prayitno di Dompu, Sabtu.
Berdasarkan laporan KUPP Kelas III Calabai, kapal mengalami kecelakaan sekitar pukul 03.45 WITA pada koordinat 08°05.383' Lintang Selatan dan 117°50.100' Bujur Timur atau sekitar lima mil laut di sebelah timur Pulau Satonda, salah satu destinasi wisata bahari di Kabupaten Dompu yang dikenal sebagai kawasan konservasi dengan daya tarik bawah laut.
Prayitno menjelaskan kapal berbobot 85 gross ton (GT) tersebut berangkat dari Labuhan Lombok menuju Labuan Bajo dengan membawa 23 penumpang sesuai manifes.
Dalam pelayaran, cuaca di perairan Selat Sape dilaporkan kurang bersahabat sehingga nakhoda memutuskan berlindung di sekitar Pulau Satonda. Setelah cuaca dinilai membaik, kapal kembali melanjutkan pelayaran.
Namun sekitar pukul 01.00 WITA, pompa air kapal tidak lagi berfungsi optimal sehingga keseimbangan kapal terganggu. Nakhoda kemudian kembali mengarahkan kapal menuju area perlindungan di sekitar Pulau Satonda.
Kondisi memburuk sekitar pukul 02.00 WITA ketika mesin alkon mati, sementara gelombang dari arah tenggara terus menghantam badan kapal. Nakhoda kemudian meminta bantuan kepada kapal wisata KLM Lamima yang berada di sekitar lokasi.
"Setelah seluruh penumpang dan ABK berhasil dievakuasi ke KLM Lamima, kapal kembali dihantam ombak dalam posisi menyamping sehingga air masuk melalui ventilasi lambung dan menggenangi ruang mesin. Mesin tidak lagi dapat dioperasikan sehingga kapal tidak bisa dikendalikan," ujar Prayitno.
Proses penyelamatan melibatkan awak KLM Lamima bersama petugas KUPP Kelas III Calabai. Seluruh penumpang dan ABK dievakuasi menuju Labuhan Kenanga sebelum dibawa ke Terminal Penumpang Pelabuhan Calabai.
Hingga Sabtu pagi, kapal dilaporkan masih berada di lokasi kejadian dan belum sepenuhnya tenggelam. Otoritas pelabuhan masih mengupayakan penanganan lanjutan terhadap kapal tersebut.
Salah seorang anggota tim penyelamat dari kapal wisata Lamima, Bambang Irawan, mengatakan informasi mengenai kapal yang mengalami mati mesin diterima melalui jaringan komunikasi pelaku pariwisata.
"Informasi awalnya kapal Interniti yang berlayar dari Lombok menuju Labuan Bajo tiba-tiba mati mesin saat melewati perairan Satonda," katanya.
Menurut Bambang, awak kapal Lamima segera menuju lokasi setelah menerima informasi darurat tersebut. Seluruh penumpang berhasil dipindahkan ke kapal penyelamat sebelum kapal Interniti tenggelam akibat diterjang gelombang.
Ia menyebutkan total terdapat 30 orang di atas kapal, terdiri atas 20 wisatawan mancanegara, dua pemandu wisata, dan delapan ABK.
Setelah menjalani pemeriksaan awal dan dipastikan dalam kondisi sehat, para wisatawan melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Penyeberangan Sape, Kabupaten Bima, menggunakan transportasi darat untuk kemudian menyeberang ke Labuan Bajo menggunakan kapal feri.
Insiden tersebut menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan dalam penyelenggaraan wisata bahari, khususnya pada jalur pelayaran Lombok-Labuan Bajo yang menjadi salah satu lintasan favorit wisatawan menuju kawasan Taman Nasional Komodo.
Selain kelaikan kapal, pemantauan kondisi cuaca dan kesiapan peralatan keselamatan dinilai menjadi faktor penting untuk menjamin keamanan perjalanan wisata di perairan Nusa Tenggara.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026