Karhutla semakin marak, Pemkab Kobar siap berlakukan tanggap darurat
Senin, 10 Agustus 2026 23:21 WIB
Karhutla yang terjadi di Kecamatan Kumai, Minggu lalu (9/8/2026). ANTARA/BPBD Kobar
Pangkalan Bun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah menyatakan, kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat terus bertambah.
"Untuk peningkatan status saat ini masih dalam kondisi siaga, mungkin nanti kita akan naikkan menjadi tanggap darurat," kata Bupati Nurhidayah di Pangkalan Bun, Senin.
Hal tersebut disampaikannya mengingat lima hari berturut-turut petugas gabungan berjibaku memadamkan api di wilayah Kecamatan Kumai, yang menghanguskan hingga puluhan hektare.
Dia menyampaikan, untuk penetapan kondisi tanggap darurat pihaknya telah mengajukan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
"Kita sudah diminta oleh bapak Gubernur Kalteng selaku penanggung jawab. Namun untuk meningkatkan status ada beberapa pertimbangan juga yang nanti di sampaikan oleh provinsi ke kabupaten/kota," ujarnya
Ditegaskan Nurhidayah, apabila status siaga telah dinaikkan menjadi tanggap darurat, maka akan ada operasional yang harus dikeluarkan.
"Apalagi kalau areanya susah dijangkau atau tidak dapat dijangkau, tentu akan ada beberapa yang harus kita siapkan," ucapnya.
Dalam penanganan karhutla, Pemerintah Kabupaten Kobar meminta kepada perangkat desa, kelurahan dan kecamatan untuk aktif melakukan langkah-langkah preventif.
Salah satunya memberikan edukasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat terhadap kondisi saat ini, untuk menjaga keamanan lingkungannya.
Selain itu, pihaknya juga menggerakkan swadaya masyarakat dengan membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA), untuk selalu kerja sama dengan Pemerintah saat kondisi kedaruratan.
Nurhidayah kembali menghimbau kepada masyarakat untuk tingkatkan kewaspadaan terhadap karhutla, serta meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran yang menimbulkan kondisi tidak nyaman, membuka pekarangan atau membuka lahan dengan cara membakar.
"Mari bersama-sama kita menjaga lingkungan kita, agar kondisi udara kita tetap sehat, dan terhindar dari kabut asap," demikian Nurhidayah.
Baca juga: BPBD Kobar imbau masyarakat tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla
Baca juga: RDP DPRD Kobar hasilkan sejumlah kesepakatan terkait BBM dan listrik
Baca juga: Wabup Kobar: Pembangunan infrastruktur dasar fondasi pertumbuhan ekonomi
Pewarta : RA Safitri
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.