Lombok Utara (ANTARA) - Komisi VII DPR RI mendorong pengembangan destinasi pariwisata di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) agar terjadi pemerataan manfaat ekonomi pariwisata dan wisatawan mancanegara mengenal Indonesia, tidak hanya Bali dan Labuan Bajo.
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakan kawasan tiga gili di Kabupaten Lombok Utara yang mencakup Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air memiliki potensi besar menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara.
"Sekarang sedang musim panas di Eropa, karena itu banyak dari turis-turis mancanegara yang datang ke sini (Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air)," ujarnya saat melakukan kunjungan kerja di Gili Meno, Lombok Utara, NTB, Senin.
Saleh menuturkan kawasan tiga gili tersebut yang disingkat Gili Matra memiliki tingkat kunjungan wisatawan sebanyak 1,4 juta orang per tahun, sehingga kawasan tersebut memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dari sektor pariwisata.
Baca juga: Komisi VII DPR: Kawasan industri harus jadi ekosistem
Ia menilai peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara merupakan kabar baik bagi Nusa Tenggara Barat, namun potensi tersebut perlu diikuti dengan pembenahan destinasi secara berkelanjutan agar wisatawan tidak hanya datang sekali.
"Pariwisata itu harus progresif, harus maju, harus berkembang dinamis karena itu dibutuhkan. Kalau misalnya itu-itu saja, sekali dia datang tidak datang lagi, maka tentu harus ada perbaikan-perbaikan," ucap aktivis Angkatan Muda Muhammadiyah tersebut.
Lebih lanjut Saleh mendukung rencana pemerintah daerah melakukan perbaikan total di Gili Matra setelah musim puncak liburan tahun ini untuk memberikan ruang bagi pembenahan kawasan secara menyeluruh.
Selain infrastruktur dan fasilitas pariwisata, Komisi VII DPR RI mendorong agar pengembangan Gili Matra berjalan beriringan dengan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif masyarakat.

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.