Kata Sutradara Ruben Adrian Usai Garap Film Istimewa

Jakarta -

Sutradara Ruben Adrian menghadirkan film terbaru berjudul Istimewa. Ia mengungkapkan pendekatan berbeda dalam karya anyarnya tersebut.

"Ketika saya menjadi sutradara di film ini, saya sudah gak pakai teknis, sudah gak pakai formula dan segala macam, tapi saya pakai hati," ujarnya saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin.

Istimewa merupakan film drama keluarga Indonesia yang diangkat dari kisah nyata. Film produksi Kairos Pictures tersebut ditulis oleh Abdullah Mansuri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Film Istimewa menampilkan lima anak penyandang disabilitas yakni Aldo, Bimo, Ken, Nita, dan Mul sebagai pemeran utama. Mereka dikisahkan tinggal bersama di Rumah Istimewa dan diasuh Pak Mahendra, sosok yang telah mereka anggap sebagai ayah sendiri.

Konflik bermula ketika Pak Mahendra divonis mengidap kanker dan memilih pergi diam-diam karena tidak ingin menunjukkan kerapuhannya kepada anak-anak. Kelima anak tersebut kemudian keluar dari rumah untuk mencari sosok ayah yang mereka cintai.

Ruben Adrian menghadirkan atmosfer emosional dalam proses penggarapan film Istimewa. Di dalamnya, ia tak hanya menawarkan sebuah cerita, tetapi juga menjadi refleksi tentang hubungan kasih sayang antara orang tua dan anak.

"Iya, buat saya film Istimewa itu film yang menjadi refleksi, menjadi cermin buat kita hidup, film yang menjadi cermin ketika kita harus belajar untuk saling mengasihi dan saling memaafkan. Jadi buat saya ini film tentang cinta, tentang cinta seorang ayah dan anak-anaknya dan cinta seorang anak-anak kepada ayahnya," tuturnya.

Sementara itu, Yanni Melwani yang telah lima tahun berkecimpung di lingkungan anak-anak berkebutuhan khusus turut merasakan ikatan emosional selama terlibat dalam film Istimewa. Menurutnya, semua orang akan bisa tersentuh menonton film yang dibintangi Mathias Muchus tersebut.

"Kalau dari saya, Istimewa ini di mana teman-teman istimewa yang tidak tidak punya ikatan darah tapi disatukan oleh hati. Jadi mungkin kalau kita belum nonton, ini ceritanya mau ke mana ya? Tapi setelah kita nonton, kita akan tahu bahwa di dalam film ini banyak pesan yang bisa membuat kita, teman-teman yang bukan istimewa, itu punya motivasi dari teman-teman yang istimewa," katanya.

Yanni Melwani memastikan keterlibatan dalam film Istimewa tidak datang secara tiba-tiba. Ia tergerak ikut andil karena perlu ada wadah bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

"Jadi sebelum adanya film Istimewa, memang Ayah Mans punya Yayasan Rumah Anak Istimewa. Mereka tuh banyak ribuan. Jadi kita kalau ditanya menggerakkan hati, memang kayaknya kalau hatinya sudah cocok kita nggak perlu hal yang terlalu ribet untuk hal itu, kayak sudah sama mereka semuanya jadi kita mengalir gitu saja," tuturnya.

Film Istimewa dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.

(mau/pus)