Ini adalah sebuah pencapaian langka yang tak pernah dirasakan negara Eropa mana pun sejak edisi perdana turnamen ini pada 1977 silam.
Gelar pertama dihadirkan oleh pasangan ganda campuran Thom Gicquel/Delphine Delrue usai menumbangkan pasangan nomor satu dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.
Thom Gicquel/Delphine Delrue menang lewat pertarungan taktis yang memukau dengan skor akhir 22-20, 19-21, dan 21-15.
Lewat strategi mematikan gerakan lawan di area net, keberanian Gicquel/Delrue melakukan flick serve di poin kritis akhirnya menyegel gelar juara dunia pertama bagi Prancis di ajang beregu maupun perorangan senior.
"Sungguh emosional, sangat senang dan bangga bisa meraih emas pertama untuk Prancis. Rasanya luar biasa mendengar lagu kebangsaan diputar di atas podium puncak," kata Delrue dikutip laman resmi BWF.
Gelar Kejuaraan Dunia tahun Ini juga menjadi medali emas pertama bagi Eropa di sektor ganda sejak 2009.
"Saat berusia sepuluh tahun, Anda tidak pernah berpikir hal ini bisa terjadi. Sungguh sulit dipercaya, dan ini sangat penting bagi kemajuan bulutangkis Prancis," tambah Gicquel.
https://www.akurat.co/badminton/884493/kejuaraan-dunia-prancis-cetak-sejarah-rebut-2-gelar-indonesia-pulang-hampa
Kejayaan Prancis makin sempurna setelah tunggal putra muda Alex Lanier tampil perkasa di partai final.
Lanier memamerkan keunggulan fisik, kecepatan, dan daya tahan luar biasa saat menggulung wakil Jepang, Kodai Naraoka, dua gim langsung dengan skor 21-11 dan 21-11.
"Saya bangga dan merasa terhormat melihat bendera kami berkibar. Seluruh tim telah bekerja keras bagai orang gila," tutur Lanier usai menyegel medali emas.
"Saya tahu saya punya fisik untuk terus bermain reli dan mengubah tempo permainan."
Tak mau kalah, Korea Selatan juga memborong dua gelar juara dunia. Ratu bulutangkis dunia sekaligus peraih emas Olimpiade, An Se-young, mengamankan gelar dunia keduanya usai meredam perlawanan Akane Yamaguchi (Jepang) dengan skor 21-17 dan 21-14.
Sementara itu dari sektor ganda putri, pasangan Lee So-hee/Baek Ha-na membuat kejutan besar dengan menumbangkan favorit utama asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning, dua gim langsung 21-15 dan 21-15.
Kemenangan ini menghapus dahaga gelar ganda putri Korea Selatan di Kejuaraan Dunia yang telah berpuasa medali selama 31 tahun.
Tak hanya itu, Lee So-hee juga mencatatkan rekor sebagai pemain tertua yang menjuarai sektor ganda putri di usia 32 tahun.
"Saya tidak menyangka bisa memenangi emas Kejuaraan Dunia di usia 32 tahun," kata Lee So-hee.
"Kami tidak tahu kalau menjadi pasangan Korea pertama yang menang setelah 31 tahun, tapi kami sangat bahagia bisa mencetak sejarah."
Adapun China terhindar dari hasil tanpa gelar setelah pasangan ganda putra Liang Wei Keng/Wang Chang tampil tak tersentuh.
Liang/Wang mengamankan satu-satunya gelar bagi Negeri Tirai Bambu usai mengandaskan perlawanan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dengan skor 21-17 dan 21-16.