Kekeringan di Temanggung meluas
Jumat, 11 September 2026 11:53 WIB
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto menjawab pertanyaan wartawan di Temanggung, Jumat (11/9/2026). ANTARA/Heru Suyitno
Temanggung (ANTARA) - Kondisi kekeringan di musim kemarau di wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, bertambah luas dan distribusi air bersih hingga kini telah mencapai 142 tangki.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto di Temanggung, Jumat, menyampaikan kemarin ada permintaan air bersih dari Desa Ngropoh dan Dusun Tanjungsari Desa Kemloko Kecamatan Kranggan.
Ia menyampaikan, pemerintah terus melakukan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan.
Menurut dia, titik distribusi air bersih masih berada di lokasi yang sama. Namun, dalam perkembangannya, terdapat permohonan bantuan air bersih dari dua wilayah, yakni Ngropoh dan Tanjungsari.
Ia menuturkan, apabila hingga akhir September 2026 kondisi tersebut tidak mengalami perubahan dan hujan belum turun, diperkirakan jumlah desa yang membutuhkan bantuan air bersih akan terus bertambah.
"Kalau kondisi seperti ini berlangsung selama satu bulan ke depan, sampai awal Oktober 2026, kemungkinan jumlah penerima manfaat air bersih juga akan bertambah," katanya.
Ia menuturkan, untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, dukungan anggaran juga masih tersedia melalui anggaran perubahan. Alokasi tersebut diperkirakan mampu mendukung distribusi sekitar 200 tangki air bersih.
Ia menyampaikan, pemerintah akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyesuaikan distribusi bantuan dengan kebutuhan masyarakat.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.