Kemenperin Gandeng 2 Startup Kembangkan Teknologi untuk Mitigasi Bencana

Lukman Nur Hakim Akurat.co

| 21 September 2026, 17:10 WIB

Kemenperin Gandeng 2 Startup Kembangkan Teknologi untuk Mitigasi Bencana

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus mempercepat penerapan transformasi industri 4.0 agar pemanfaatan teknologi digital tidak hanya meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor manufaktur nasional, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Salah satu implementasinya diarahkan untuk mendukung pengembangan teknologi di bidang pencegahan, mitigasi, penanganan, hingga pemulihan bencana.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, transformasi digital perlu berorientasi pada kebermanfaatan teknologi.

Baca Juga: Kemenperin Bidik Ekspor Mamin RI Tembus USD83,08 Miliar pada 2029

“Komponen terpenting pada proses transformasi digital berupa kesadaran manfaat penggunaan peralatan digital, tidak hanya sekadar kemampuan adopsi teknologi, namun harus sejalan dengan perubahan mindset digital,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Dalam mengakselerasi transformasi digital tersebut, Kemenperin menjadikan Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) sebagai technology and digital hub bagi sektor manufaktur nasional.

Saat ini, PIDI 4.0 telah membangun kolaborasi dengan sedikitnya 65 mitra yang berasal dari kalangan industri, penyedia teknologi, asosiasi, hingga perguruan tinggi.

Menurut Agus, ekosistem transformasi industri 4.0 memiliki potensi besar untuk menghasilkan berbagai inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi dalam mendukung penanggulangan bencana di Indonesia.

Hal tersebut menjadi penting mengingat Indonesia memiliki risiko terhadap berbagai bencana alam karena kondisi geografis dan geologisnya. Pemanfaatan teknologi industri 4.0 dapat mendukung hadirnya berbagai inovasi untuk memperkuat upaya pencegahan, mitigasi, penanganan, maupun pemulihan pascabencana.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Adie Rochmanto Pandiangan mengemukakan, PIDI 4.0 telah membangun kemitraan dengan sejumlah perusahaan rintisan yang menghasilkan inovasi teknologi untuk mendukung penanggulangan bencana.

Baca Juga: Pabrik Grease Shell di Marunda Beroperasi, Kemenperin Bidik Substitusi Impor

“Terkait dengan bidang penanggulangan bencana, PIDI 4.0 Kementerian Perindustrian memiliki kemitraan dengan dua startup, yaitu TechnoGIS dari Sleman, Yogyakarta dan BATARI Energy dari Cimahi, Jawa Barat. Kedua perusahaan tersebut telah melahirkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi pencegahan dan penanggulangan bencana di Indonesia,” ujar Adie.