Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI tengah membidik alat utama sistem senjata (alutsista) baru untuk memperkuat pertahanan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dengan mendatangkan helikopter AW149.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis, membenarkan adanya kabar tersebut.
Rico menjelaskan saat ini proses kerja sama yang terjadi antara Kemhan dan perusahaan penerbangan asal Italia, Leonardo, terkait pengadaan helikopter AW149 masih dalam tahapan penandatanganan Letter of Intent (LoI).
"Saat ini yang telah ditandatangani adalah Letter of Intent sebagai bagian dari tahapan penjajakan kerja sama," kata Rico.
Rico mengatakan poin dalam LoI itu bukan tidak hanya soal pengadaan saja, melainkan termasuk pengembangan dukungan teknis, pemeliharaan, pelatihan serta peningkatan kemampuan industri pertahanan dalam negeri.
Kendati demikian, Rico belum bisa menjelaskan secara rinci kapan proses pembelian helikopter itu akan berlangsung.
Dia juga belum bisa menjelaskan berapa jumlah helikopter yang akan dibeli. Saat ditanya apakah helikopter tersebut dibeli untuk ditempatkan di dek kapal induk Giuseppe Garibaldi milik Indonesia, dia juga tidak menjawab hal itu.
"Pada prinsipnya, setiap pengadaan alutsista dilaksanakan dengan mempertimbangkan kesesuaian terhadap kebutuhan operasional TNI, keunggulan teknologi, dukungan logistik dan pemeliharaan sepanjang siklus hidup alutsista serta peluang pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan industri pertahanan nasional," ucap dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemhan RI bidik helikopter AW149 untuk perkuat TNI AL
Pewarta: Walda Marison
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.