Kemhan siapkan 300--400 Komcad bantu pemulihan NTT pascagempa

Kemhan siapkan 300--400 Komcad bantu pemulihan NTT pascagempa

Senin, 24 Agustus 2026 21:05 WIB

Image Print

Sejumlah prajurit TNI membawa pasien untuk dirawat di tenda darurat RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT, Senin (24/8/2026). RSUD Aeramo mengoperasikan rumah sakit lapangan setelah bangunan utama mengalami kerusakan berat di sejumlah titik akibat gempa pada 15 Agustus 2026 serta sebagai langkah antisipasi terhadap gempa susulan. ANTARA FOTO/Johanes Viandinando/app/tom.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan sekitar 300–400 personel Komponen Cadangan (Komcad) di Nusa Tenggara Timur (NTT) siap membantu proses pemulihan wilayah terdampak gempa bumi.

"Di NTT kurang lebih 300 sampai 400 Komponen Cadangan itu sudah siap, baik di daratan Timor, daratan Sumba, daratan Alor, kemudian Flores," kata Kepala Badan Cadangan Nasional Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema di Lapangan Brigade Parako 1 Pasgat, Jakarta Timur, Senin.

Gabriel mengatakan kesiapan personel Komcad tersebut ditujukan untuk membantu TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait yang menangani dampak gempa di lapangan.

Menurut dia, sebagian personel Komcad telah turun langsung membantu masyarakat terdampak gempa atas inisiatif masing-masing tanpa menunggu perintah.

"Kendali pemerintah daerah setempat. Kami tidak bisa sampaikan jumlahnya, yang terpenting begitu kita ke sana Komcad dengan pakaian seragamnya, entah itu yang loreng Malvinas seperti tadi atau seperti pakaian Komcad, mereka turun langsung," katanya.

Gabriel mengatakan personel Komcad tersebut hingga kini masih aktif membantu masyarakat di wilayah terdampak gempa.

Ia meminta personel Komcad memberikan pelayanan terbaik agar keberadaan mereka memberikan manfaat bagi masyarakat dalam proses pemulihan.

"Saya kira ini wujud wajah hati Komcad adalah demikian, tidak menunggu perintah," kata Gabriel.

Gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 mengguncang kawasan Flores, NTT, pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum diakhiri BMKG pada pukul 07.30 WIB.

Gempa tersebut diikuti ribuan gempa susulan. BMKG mencatat hingga 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB telah terjadi 2.768 gempa susulan dengan magnitudo 1,1 hingga 6,2, termasuk 24 kejadian bermagnitudo di atas 5.

Pemerintah juga terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak. BNPB mencatat sekitar 954 ton bantuan logistik telah didistribusikan dari Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma menuju wilayah terdampak di Labuan Bajo dan Maumere sejak 15 hingga 22 Agustus 2026.

Pewarta : Walda Marison
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026