Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:17 WIB
Jakarta, VIVA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merespons kecemasan yang tengah melanda masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait ancaman gempa bumi berkekuatan raksasa.
Baca Juga
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, meminta warga untuk tidak panik. Dia menyebut gempa sedahsyat magnitudo (M) 7,7 tidak akan kembali terjadi dalam waktu dekat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Teuku Faisal menerangkan bahwa pergerakan lempeng tektonik di wilayah tersebut membutuhkan proses yang sangat lama untuk kembali memicu guncangan serupa.
Baca Juga
"Perlu dipastikan bahwa diperlukan waktu hingga puluhan tahun agar sesar naik di busur belakang Flores ini dapat mengumpulkan energi dan menghasilkan gempa sebesar yang terjadi saat ini," kata Teuku Faisal kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Agustus 2026.
Meski demikian, Teuku Faisal tidak menampik fakta bahwa potensi gempa di masa depan akan selalu membayangi NTT. Namun, ia kembali menegaskan bahwa akumulasi energi patahan tersebut tidak terjadi dalam hitungan hari atau bulan.
Baca Juga
"Bisa lebih besar atau lebih kecil, jadi memang diperlukan waktu yang panjang," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga memaparkan hasil pemutakhiran data kegempaan terbaru. Hingga Rabu sore, instrumen BMKG masih terus merekam ribuan aktivitas gempa susulan (aftershock) pasca-gempa utama.
"Jumlah gempa susulan sampai dengan pukul 17.00 WIB sore hari ini, 19 Agustus 2026, tercatat sebanyak 3.055 kali. Gempa susulan terbesar bermagnitudo 6,2 dan yang terkecil M 1,1," jelasnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dari ribuan guncangan susulan tersebut, BMKG mencatat puluhan di antaranya terasa cukup kuat oleh warga di daratan. Teuku memprediksi butuh waktu hingga hampir satu bulan ke depan agar kondisi tektonik di wilayah NTT bisa kembali normal dan stabil.
"Adapun gempa yang dirasakan oleh masyarakat ada sebanyak 88 kali. Terkait proses peluruhannya, karena gempa utamanya cukup besar, yaitu M 7,7, maka penurunan aktivitas gempa memerlukan waktu kurang lebih 3 sampai 4 minggu ke depan," pungkas dia.
Salurkan Bantuan ke 1.000 Warga Korban Gempa di Manggarai NTT, Pertamina Dorong Akselerasi Proses Pemulihan
Pertamina Patra Niaga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi sekitar 1.000 warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dorong proses pemulihan.
VIVA.co.id
19 Agustus 2026