Ketum TP PKK Kunjungi SMAN 2 Ternate, Tekankan Pentingnya Hidup Sehat

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), sekaligus Ketua Umum Tim Pembina Posyandu, Tri Tito Karnavian, mengunjungi SMA Negeri 2 Kota Ternate, Maluku Utara. Dalam kunjungan tersebut, ia menekankan pentingnya menerapkan pola hidup sehat kepada para siswa.

Kunjungan dilakukan dalam rangkaian Kunjungan Kerja TP PKK dan Senam Sehat bertema 'Masyarakat Sehat dan Hebat', Kamis (3/9). Pada kesempatan tersebut, Tri menjelaskan bahwa TP PKK memiliki lebih dari enam juta kader yang tersebar hingga tingkat desa di seluruh Indonesia.

Kegiatan di sekolah tersebut merupakan bagian dari program Kelompok Kerja (Pokja) 1, yaitu pembinaan karakter keluarga. Salah satu aspek yang ditekankan dalam pembinaan tersebut adalah pentingnya menjaga kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebelum kita sakit harus menjaga kesehatan, salah satunya adalah berolahraga," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9).

Menurut dia, kesehatan merupakan modal utama bagi seseorang untuk menjalankan berbagai aktivitas. Sebanyak apa pun harta, sebesar apa pun rumah, maupun sebanyak apa pun kendaraan yang dimiliki, semuanya tidak akan berarti apabila kondisi tubuh tidak sehat.

Tri mencontohkan, ketika seseorang jatuh sakit, kekayaan yang dimiliki pada akhirnya digunakan untuk membayar biaya pengobatan. Bahkan dengan adanya jaminan kesehatan seperti BPJS Kesehatan, seseorang tetap tidak menginginkan dirinya sakit dan harus dirawat di rumah sakit.

"Mau tidak tiap hari pergi ke rumah sakit? Dibayarin loh, mau tidak? Tidak mau, walaupun gratis, tidak ada yang mau," tegas dia.

Di samping berolahraga, dirinya mengimbau para siswa menjaga kesehatan melalui pola konsumsi makanan yang sehat. Ia juga mendorong siswa memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah.

Selanjutnya, Tri mengingatkan siswa untuk menjauhi rokok karena dapat merusak kesehatan, khususnya paru-paru. Ia menilai kebiasaan merokok tidak memberikan manfaat bagi generasi muda dan justru menguntungkan pihak industri.

Selain rokok, dirinya juga mengingatkan para siswa untuk menjauhi narkoba yang membahayakan generasi muda.

"Kalau ada teman yang terindikasi menggunakan narkoba, diberitahukan ke sekolah agar dilakukan hal-hal yang membantu temannya tersebut, supaya terlepas dari masalah narkoba," imbuhnya.

Tak hanya soal kesehatan fisik, Tri juga mengajak para siswa menyadari bahwa setiap orang dapat memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Menurutnya, kebermanfaatan tidak harus diukur dari popularitas di media sosial, seperti memiliki banyak penonton atau pengikut.

Hal sederhana, seperti membantu orang tua, belajar dengan baik, dan menjadi anggota masyarakat yang baik, juga merupakan bentuk kontribusi.

"Misalnya, naik motor pakai helm, artinya menghindari kecelakaan lalu lintas, menghindari orang juga celaka karena kalian mungkin tidak fokus bermotor. Juga pertemuan sehari-hari, menghindari konflik jika adanya terjadi tawuran ataupun perkelahian antarremaja dan lain-lain," tutur dia.

Di tengah perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi, Tri berpesan agar para siswa menggunakan media daring secara bijak. Ia mengingatkan agar media digital dimanfaatkan untuk memperoleh pengetahuan, melakukan kegiatan positif, hingga membuka peluang usaha.

"Kewajiban kalian saat ini adalah belajar sebaik-baiknya. Tapi jangan hanya belajar ke teori semua, karena kalian sekarang sudah banyak sekali fasilitas yang sangat mudah," pungkasnya.

Sebagai informasi, agenda Pokja 1 TP PKK Pusat ini melibatkan sekitar 250 siswa dari tiga sekolah, yaitu SMAN 2, SMKN 5, dan SMAN 10 Ternate. Senam sehat terlaksana berkat kolaborasi TP PKK Pusat dan Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Pusat.

Di luar senam sehat, kegiatan juga dirangkaikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta layanan kependudukan berupa perekaman KTP elektronik bagi pemula dan Kartu Identitas Anak (KIA).

TP PKK turut menyalurkan 136 paket sembako untuk guru, paket alat olahraga bagi tiga sekolah, serta 250 kaus dan tas untuk para siswa. Kegiatan turut dihadiri istri Wakil Gubernur Maluku Utara, Rusni Sarbin, beserta jajaran pengurus TP PKK Provinsi Maluku Utara.

(rir)