Mataram (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Barat mengenalkan demokrasi, pemilu, dan kebebasan berpendapat kepada siswa kelas X SMA Negeri 1 Mataram melalui kegiatan ko-kurikuler pendidikan demokrasi.
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih KPU NTB Agus Hilman mengatakan demokrasi menempatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.
"Dalam konteks pemilu, demokrasi menjadi sarana untuk mewujudkan kedaulatan rakyat sekaligus memilih pemimpin dengan prinsip one person, one vote, one value," ujarnya di Mataram, Kamis.
Hilman menekankan pentingnya kebebasan berpendapat sebagai bagian dari demokrasi. Setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat tanpa rasa takut atas ancaman, tegasnya.
"Anak muda memiliki posisi penting dalam kehidupan demokrasi. Pemuda merupakan generasi yang akan mewarisi dan menjalankan sistem demokrasi di masa depan. Karena itu, siswa perlu memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan terlibat dalam berbagai aktivitas demokrasi," kata Hilman.
Ia mengajak para siswa memahami bahwa demokrasi dapat dipraktikkan mulai dari lingkungan sekolah.
OSIS, kegiatan ekstrakurikuler, diskusi, debat, hingga penggunaan media sosial dapat menjadi ruang bagi siswa untuk menyampaikan aspirasi.
"Pemilihan Ketua OSIS disebut sebagai laboratorium demokrasi nyata bagi siswa karena menjadi ruang untuk mempraktikkan asas pemilu, yakni langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil," tegasnya
Untuk itu, ia meminta melalui ko-kurikuler pendidikan demokrasi ini, siswa tidak hanya diajak memahami konsep demokrasi dan pemilu, tetapi juga melihat bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
Dalam Pendidikan Pemilih tersebut KPU NTB dihujani banyak pertanyaan oleh para siswa kelas X. Tak kurang lebih dari sepuluh pertanyaan kritis terucap oleh para siswa, mulai dari Isu kepemiluan, isu demonstrasi hingga program pemerintah yang berdampak langsung ke para siswa.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Mataram tersebut membahas pentingnya kebebasan berpendapat dan suara pemuda dalam demokrasi serta penerapan asas pemilu di lingkungan sekolah.