Timika (ANTARA) - Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letnan Kolonel Infanteri M. Wirya Arthadiguna mengatakan ikrar setia enam anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan wujud nyata kesuksesan pendekatan humanis dan pembinaan teritorial.
"TNI berkomitmen untuk terus mengedepankan komunikasi sosial dan memprioritaskan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat Papua, sekaligus memastikan pengawalan terhadap proses pemulihan sosial para mantan anggota OPM di tengah lingkungan masyarakat," ujar Wirya.
Ia mengatakan bahwa keberhasilan ini mempertegas bahwa efektivitas strategi pendekatan teritorial dan dialog terbuka mampu meluluhkan dinamika keamanan di wilayah konflik.
"TNI mengimbau seluruh saudara-saudara yang masih berada di dalam kelompok bersenjata untuk segera kembali menyatu bersama masyarakat dan bergotong royong membangun Papua," ujarnya.
Kaoops TNI Habema menjelaskan bahwa ikrar setia mantan anggota OPM kepada NKRI dilakukan pada Minggu (6/9) dan Senin (7/9).
Peristiwa pertama berlangsung di Titik J2 Satgas Yonif 744/SYB, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Minggu (6/9). Terdapat lima simpatisan OPM berinisial JJ, PB, RS, NS, dan MS yang berlatar belakang pelajar, pengemudi ojek, hingga pekerja mandiri secara penuh kesadaran kembali ke pangkuan ibu pertiwi.
Baca juga: TNI sita 21.400 batang ganja diduga milik OPM di Papua Pegunungan
Sebelum mengambil keputusan kembali ke NKRI, kelimanya terindikasi melakukan interaksi dengan pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-OPM Kodap VIII/Intan Jaya.
Peristiwa kedua berlangsung di Kabupaten Puncak, Senin (7/9) saat EM alias BM (22) anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga, secara resmi mengucapkan ikrar kesetiaan NKRI di Lapangan Koramil 1717-03/Beoga.
Rangkaian prosesi ikrar setia di kedua daerah tersebut diwarnai suasana penuh keakraban, dihadiri oleh jajaran Satgas, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Sebagai simbol penanggalan masa lalu dan kebangkitan sebagai warga negara yang berdaulat, para mantan simpatisan dan anggota OPM tersebut dikenakan pakaian batik, menandatangani surat ikrar kesetiaan, mencium Bendera Merah Putih, serta diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.
Pewarta: Marselinus Nara
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.