Jakarta (ANTARA) - Sebuah mobil listrik Hyundai Ioniq 6 terbakar usai menghantam separator busway Jalan Letjen S. Parman, RT 01/RW 08 Kelurahan Slipi, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat pagi.
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa insiden itu terjadi sekitar pukul 05.04 WIB.
*Seorang pengendara mobil listrik dengan pelat nomor B 18 YZK sedang melintasi Jalan Letjen S. Parman. Tanpa disadari pengemudi kehilangan kendali," kata Syaiful.
Mobil pun menghantam separator busway dan disusul percikan api dan asap dari mesin mobil.
"Pengendara mobil tersebut berusaha keluar dari mobilnya," kata Syaiful.
Kemudian, mobil listrik itu terbakar dan warga sekitar langsung melaporkan insiden itu ke petugas pemadam.
Sebanyak tiga unit dengan 15 personel diterjunkan ke lokasi. Setelah berjibaku selama sekitar satu jam sejak pukul 05.18 WIB, kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan.
Sementara itu, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyelidiki insiden terbakarnya mobil listrik Hyundai Ioniq 6 dalam kecelakaan kendaraan di Jalan Letjen S. Parman, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (11/9) pagi.
Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan bahwa perusahaan berkoordinasi dengan pemilik kendaraan dan pihak terkait lain untuk mencari tahu kronologi serta penyebab kejadian nahas itu.
"Saat ini, tim Hyundai telah berkoordinasi dengan pelanggan serta pihak terkait, dan akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk memahami kronologi kejadian tersebut," katanya saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu.
"Hyundai Motors Indonesia turut prihatin atas insiden yang terjadi pada kendaraan pelanggan. Kami juga mengapresiasi respons cepat aparat dan pihak terkait dalam menangani situasi tersebut," ia menambahkan.
Baca juga: Hyundai Ioniq Terbakar di Jakarta Barat, HMID Langsung Gelar Investigasi
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.