Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto disambut Perdana Menteri India Narendra Modi saat tiba di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS.
Sebagaimana dipantau dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Presiden Prabowo tiba sekitar pukul 14.30 waktu setempat dengan mengenakan setelan jas hitam, dasi biru, dan kopiah hitam.
Setibanya di lokasi, Prabowo langsung disambut Modi yang berdiri di area penyambutan. Prabowo kemudian menyapa Modi dengan menangkupkan kedua telapak tangan, yang dibalas Modi juga dengan tangkupan tangan seraya senyum.
Keduanya kemudian berjabat tangan dan saling berpelukan sebelum melakukan sesi foto bersama. Dalam sesi tersebut, Prabowo dan Modi tampak berjabat tangan di hadapan kamera.
KTT ke-18 BRICS berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, pada 12-13 September 2026, di bawah keketuaan India. KTT mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT ke-18 BRICS sebagai anggota penuh menjadi bagian dari langkah Indonesia untuk memperkuat peran aktif dalam kerja sama multilateral.
Keikutsertaan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen Indonesia untuk mendorong terbentuknya tatanan ekonomi global yang lebih seimbang, inklusif, dan memberikan ruang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang.
Dalam KTT ke-18 BRICS yang diselenggarakan di India, para pemimpin negara anggota akan membahas sejumlah agenda strategis terkait penguatan kerja sama antarnegara berkembang.
Pertemuan tersebut juga diharapkan mendorong langkah-langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi di bidang pangan, energi, pembiayaan pembangunan, serta perdagangan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat (11/9) pukul 17.00 WIB untuk menuju New Delhi.
Dalam penerbangan menuju India, Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Pewarta: Fathur Rochman
Editor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.