Senin, 27 Juli 2026 - 10:35 WIB
Jakarta, VIVA – Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus meninggalnya seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan di halaman sebuah klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis 23 Juli 2026.
Baca Juga
Peristiwa ini menarik perhatian publik karena korban ditemukan dalam kondisi mulut dan hidung mengeluarkan busa. Kasus tersebut juga ramai diperbincangkan setelah beredar kabar bahwa Sutrimo diduga merupakan kepala rumah tangga (Karumga) mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Narasi tersebut beredar di media sosial dengan menyertakan sejumlah foto yang diklaim berasal dari rekaman CCTV serta dokumentasi saat korban ditemukan.
Baca Juga
Unggahan itu juga menampilkan foto korban ketika berada di rumah sakit hingga saat ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Berdasarkan informasi yang beredar, Sutrimo sempat menghubungi salah seorang kerabat pada pagi hari untuk mengeluhkan kondisi kesehatannya.
Baca Juga
Sekitar pukul 06.37 WIB, korban disebut menelepon kerabat dan mengaku sedang sakit. Namun, ketika kerabat tiba di lokasi, Sutrimo sudah tidak sadarkan diri dengan busa keluar dari mulut dan hidung.
Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring di Jalan Gandaria I Nomor 20, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan Sutrimo telah meninggal dunia.
Saat diturunkan dari ambulans, jenazah korban dipindahkan menggunakan tempat tidur dorong (brankar) dengan seluruh tubuh telah tertutup kain.
Polisi Masih Dalami Penyebab Kematian
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan kini masih mengumpulkan berbagai keterangan untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.
Penyelidik telah meminta klarifikasi dari keluarga korban, sopir ambulans, petugas rumah sakit, serta sejumlah pihak lain yang mengetahui kejadian tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penyelidikan masih berlangsung sehingga kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian korban.
“Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum,” ujar Budi.
Halaman Selanjutnya
"Perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan lebih lanjut secara proporsional setelah diperoleh fakta yang dapat dipertanggungjawabkan," pungkasnya.