Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) optimis mampu mengembangkan komoditas bawang putih grade A atau berkualitas tinggi usai melakukan uji coba penanaman bawang sejak 16 April 2026.
"Pemerintah Kabupaten Lampung Barat telah memulai uji coba penanaman bawang putih sejak 16 April 2026. Rencananya panen akan dilakukan pada 12 Agustus 2026 mendatang," kata Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, sebagaimana dikonfirmasi, di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan bahwa hasil pemantauan sampel pada umur 88 hari setelah tanam (HST) menunjukkan hasil yang menggembirakan. Di mana diameter umbi mencapai 37,3 Cm hampir 4 Cm, sehingga sudah mendekati standar grade A.
"Ini bukti bahwa tanah Lampung Barat mampu menghasilkan bawang putih berkualitas. Dengan demikian kami punya potensi besar untuk menjadi sentra budidaya bawang putih di Provinsi Lampung," kata dia.
Parosil mengatakan, secara keseluruhan, berdasarkan pemetaan potensi, Lampung Barat memiliki luas areal yang dapat ditanami bawang putih seluas 870 hektare. Untuk tahun 2026, melalui program ketahanan pangan bidang hortikultura, Pemerintah Daerah Lampung Barat menargetkan penanaman seluas 40 hektare.
"Lahan tersebut tersebar di empat kecamatan, yaitu Balik Bukit, Sukau, Way Tenong, dan Sekincau. Target 40 hektare ini adalah langkah awal, jika hasilnya bagus kami akan dorong perluasan ke seluruh wilayah yang potensial," katanya.
Baca juga: Mentan tetapkan NTB sentra bawang putih untuk swasembada pangan
Baca juga: Wamendagri apresiasi kemitraan Kopdes Merah Putih dan Sentra Bawang Solok
Bupati Lampung Barat mengatakan, keberhasilan program ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga pada peningkatan pendapatan petani dan penguatan ekonomi daerah.
"Dengan sinergi semua pihak, kami optimis Lampung Barat bisa menjadi lumbung bawang putih baru di Lampung," kata dia.
Terlebih, lanjut dia, Lampung Barat memiliki keunggulan geografis yang sangat cocok untuk budidaya bawang putih, dengan ketinggian wilayah berada pada 700 sampai 1.200 MDPL, serta memiliki suhu sejuk dan kondisi tanah yang subur.
"Daerah ini punya potensi besar. Secara geografis Lampung Barat sangat mendukung pengembangan bawang putih. Ini menjadi salah satu komoditas yang bisa mengangkat ekonomi petani kita," ujar Bupati.
Sementara itu, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menyatakan dukungan penuh terhadap program pengembangan bawang putih di Lampung Barat.
"Dukungan adanya kolaborasi ini diharapkan dapat mengawal program dari hulu ke hilir, mulai dari penanaman, pendampingan, hingga pemasaran, agar petani di Lampung Barat tidak mengalami kesulitan, baik pemasaran maupun pembudidayaan," kata dia.
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berkolaborasi dengan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Lampung dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Fokusnya pada pengembangan potensi budidaya bawang putih.
Baca juga: Kementan dorong Napu di Sulteng jadi sentra produksi bawang putih
Baca juga: Kementan: Temanggung sentra pengembangan benih bawang putih
Pewarta: Dian Hadiyatna
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.