Lampung Selatan perkuat pencegahan dan pengendalian penyakit ATM

Lampung Selatan perkuat pencegahan dan pengendalian penyakit ATM

Rabu, 30 September 2026 21:35 WIB

Image Print

Rapat Lokakarya Penyusunan Dokumen Perencanaan (Social Contracting) dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) di Aula Rajabasa. ANTARA/Riadi Gunawan

Upaya pencegahan penyakit merupakan bagian penting dalam sektor kesehatan sekaligus berkaitan dengan program strategis nasional Bapak Presiden

Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menyiapkan penerapan social contracting pada 2027 untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, tuberkulosis (TB), dan malaria (ATM) melalui keterlibatan organisasi masyarakat sipil dan kelompok masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan Devi Arminanto di Kalianda, Rabu mengatakan pencegahan dan pengendalian AIDS, TB, dan Malaria merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan serta berkaitan dengan program strategis nasional.

“Upaya pencegahan penyakit merupakan bagian penting dalam sektor kesehatan sekaligus berkaitan dengan program strategis nasional Bapak Presiden. Karena itu, diperlukan kerja sama seluruh pihak agar program pengendalian penyakit dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Menurut dia, keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat penjangkauan sasaran, sehingga upaya pengendalian penyakit ATM tidak hanya mengandalkan layanan pemerintah, tetapi juga melibatkan kelompok masyarakat yang memiliki kedekatan dengan sasaran program.

Sementara itu, Perwakilan Adinkes Provinsi Lampung dr. Indrasari Aulia mengatakan Lampung Selatan kembali menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam program social contracting pada Grant Cycle 8 periode 2027-2029.

Menurut dia, pelaksanaan program akan diarahkan melalui mekanisme swakelola, khususnya swakelola tipe 3 yang melibatkan organisasi masyarakat sipil dan swakelola tipe 4 yang melibatkan kelompok masyarakat.

“Social contracting ini memang istilahnya mungkin terdengar asing, tetapi kalau kita bicara swakelola, ini khususnya swakelola tipe 3 dan tipe 4, yang melibatkan organisasi masyarakat sipil dan kelompok masyarakat,” ujarnya.

Dia juga menambahkan bahwa pelaksanaan proses tersebut akan membutuhkan koordinasi lintas perangkat daerah dalam berbagai aspek.

Melalui persiapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menargetkan kesiapan penerapan social contracting pada 2027 sekaligus memperkuat kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam pengendalian AIDS, TB, dan Malaria di daerah.

Pewarta : Riadi Gunawan
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.