Lembaga Asing Ini Minta Indonesia Cs Jangan Cuma Jadi Penonton

Jakarta, CNBC Indonesia-Asian Development Bank (ADB) dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) menyoroti sektor manufaktur terkini di dunia. Berdasarnya studinya, perekonomian yang berhasil memperluas dan meningkatkan sektor manufakturnya cenderung mencapai pertumbuhan produktivitas yang lebih kuat serta menciptakan lebih banyak peluang kerja bernilai tambah tinggi.

"Pada intinya, pembangunan industri berpusat pada manusia. Indonesia sedang mengalami momentum yang nyata dalam transformasi industrinya, dan penelitian ini menunjukkan sejauh mana momentum tersebut dapat mendorong pertumbuhan produktivitas dengan pilihan kebijakan yang tepat. ADB akan terus bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk membantu mewujudkan potensi tersebut menjadi lapangan kerja yang inklusif dan bernilai tambah tinggi bagi masyarakat Indonesia," kata Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov dalam siaran pers, Jumat (24/7/2026)

Penelitian ADB menunjukkan bahwa sektor manufaktur dapat memainkan peran yang sangat penting dalam membantu perekonomian negara-negara berkembang dalam memperkecil kesenjangan produktivitas dengan perekonomian negara-negara yang lebih maju.

Studi tersebut menyoroti pentingnya kebijakan yang mendukung peningkatan industri, pengembangan keterampilan, dan investasi guna membantu perekonomian beralih ke kegiatan bernilai tambah yang lebih tinggi.

Perwakilan Kantor Sub-Regional Indonesia, Filipina, dan Timor Leste UNIDO, Marco Kamiya menekankan perlunya kebijakan industri yang terarah untuk memperkuat daya saing dan mempertahankan pertumbuhan jangka panjang.

Laporan Industrial Development Report 2026 menunjukkan upaya Indonesia dalam memperluas pengolahan sumber daya mineral di dalam negeri sebagai contoh kebijakan yang bertujuan meningkatkan nilai tambah dan pembangunan industri.

Transformasi industri membutuhkan lebih dari sekadar investasi. Kelembagaan yang kuat, tenaga kerja terampil, infrastruktur yang memadai, dan akses terhadap pembiayaan merupakan hal-hal yang esensial untuk membantu perusahaan tumbuh dan bersaing.

"Masa depan industrialisasi akan ditentukan oleh mereka yang menguasai pendorong-pendorong baru dalam produksi: kecerdasan buatan (AI), manufaktur berbasis teknologi bersih, dan bioekonomi. Negara-negara di kawasan Asia-Pasifik, khususnya negara-negara di Asia Tenggara, tidak boleh hanya menjadi penonton dalam transformasi ini. Dengan kebijakan, instrumen, dan kemitraan yang tepat, mereka dapat melompat ke industri yang siap menghadapi masa depan yang menciptakan lapangan kerja, mengurangi emisi, dan menutup kesenjangan industri," kata Marco.

Kedua studi tersebut juga menyimpulkan saran yang sama: peningkatan produktivitas yang dihasilkan dari peningkatan ketersediaan faktor produksi bergantung pada keselarasan antara kapasitas kelembagaan dan akses terhadap pembiayaan untuk investasi industri, sehingga memperkuat argumen perlunya tindakan terkoordinasi di bidang infrastruktur, keterampilan, dan pembiayaan sejalan dengan ekspansi industri.

(mij/mij)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]