Persetujuan PLB ini wujud dukungan Bea Cukai terhadap penguatan ekosistem logistik.
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Tengah dan DI Yogyakarta memberikan persetujuan fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB) kepada Maersk Logistics Indonesia yang berlokasi di Kota Semarang.
Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Agus Yulianto mengatakan persetujuan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kelancaran arus logistik sekaligus memperkuat daya saing industri dan perdagangan berorientasi ekspor di Jawa Tengah.
“Melalui fasilitas PLB , Maersk Logistics Indonesia akan mendukung kegiatan penyimpanan dan pengelolaan berbagai komoditas yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas perdagangan internasional,” ujarnya dalam keterangan, Jumat (28/8/2026).
Komoditas yang akan diekspor antara lain pakaian jadi, tas, alas kaki, dan koper, dengan negara tujuan ekspor di kawasan Eropa. Sementara itu, komoditas yang diimpor berupa bahan baku untuk industri pakaian jadi.
Fasilitas PLB diharapkan mampu mendukung ketersediaan bahan baku serta meningkatkan efisiensi pengelolaan rantai pasok bagi kegiatan industri yang berorientasi ekspor.
Dari sisi investasi, Maersk Logistics Indonesia mencatatkan nilai investasi sebesar Rp 13.043.193.227. Diproyeksikan nilainya akan terus meningkat hingga mencapai Rp 17.803.964.215 pada 2030 mendatang.
Ini mencerminkan komitmen perusahaan mengembangkan kegiatan logistik dan mendukung pertumbuhan perdagangan internasional. Agus menyebutkan, persetujuan PLB ini juga wujud dukungan Bea Cukai terhadap penguatan ekosistem logistik di Jawa Tengah.
“Dengan pengelolaan logistik yang semakin efisien, fasilitas PLB diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha, memperlancar distribusi barang, serta mendukung peningkatan ekspor Indonesia ke pasar global,” paparnya.
Agus menegaskan dengan sinergi pemerintah dan dunia usaha, Kanwil Bea Cukai Jateng DIY terus mendorong pemanfaatan fasilitas kepabeanan sebagai instrumen untuk menciptakan iklim usaha yang semakin kompetitif, efisien, dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi nasional.