Makan di Italia, TikToker Asia Ini Ngaku Berkali-kali Dicuekin Pelayan

Jakarta -

Seorang TikToker asal Asia membagikan pengalaman kurang menyenangkan saat makan di sejumlah restoran di Italia. Ia bahkan merasa diabaikan berkali-kali. Berikut kisahnya.

Merasa menjadi korban diskriminasi, wanita asal Asia ini mengaku beberapa kali diabaikan pelayan restoran di Italia. Ia menduga mendapat perlakuan berbeda karena berasal dari Asia.

Dilansir Where Is The Buzz (19/09/2026), pengalaman tersebut dibagikan seorang wanita bernama Jane melalui video TikTok. Dalam unggahannya, ia terlihat berjalan pada malam hari di antara bangunan bersejarah di Italia sambil menceritakan pengalaman yang dialaminya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jane mengklaim perlakuan kurang menyenangkan itu tidak hanya terjadi sekali. Menurutnya, sejumlah pelayan restoran di Italia tampak enggan melayaninya dibandingkan pelanggan lain.

Makan di Italia, TikToker Asia Ini Ngaku Berkali-kali Dicuekin PelayanSuasana restoran di Italia. Foto: TikTok/Ilustrasi Stockphoto

"Orang Italia benar-benar membenci orang Asia. Semua yang kalian dengar di TikTok itu nyata. Para pelayan memandangmu seperti kamu bodoh. Saya mengalaminya hampir setiap kali makan di restoran di sini," ujar Jane dalam videonya.

Ia kemudian menceritakan salah satu pengalaman ketika duduk di sebuah restoran. Jane mengaku pelayan restoran itu tidak menghampirinya untuk menawarkan minuman atau menanyakan pesanannya.

Namun, menurut pengakuannya, pasangan kulit putih yang duduk di sebelahnya justru beberapa kali dihampiri oleh pelayan yang sama.

Jane juga menyoroti hidangan penutup yang dipesannya. Ia mengaku melihat pelanggan di meja sebelah menerima menu serupa, tetapi dengan penyajian yang berbeda.

Makan di Italia, TikToker Asia Ini Ngaku Berkali-kali Dicuekin PelayanMakanan Italia di restoran. Foto: TikTok/Ilustrasi Stockphoto

"Saya melihat piring di sebelah saya. Kami memesan makanan yang sama, tetapi dessert miliknya diberi kayu manis, sedangkan punya saya tidak," ungkapnya.

Tak berhenti di situ, Jane mengklaim beberapa pelayan menghindari kontak mata ketika ia berusaha memesan makanan tambahan. Ia sampai harus mencoba menarik perhatian beberapa staf sebelum akhirnya mendapat respons.

Meski demikian, Jane mengakui bahwa tidak semua orang yang ditemuinya di Italia memperlakukannya dengan buruk. Ia mengatakan tetap bertemu dengan orang-orang yang bersikap baik selama berada di sana.


"Ini bukan cuma terjadi di satu restoran. Hal seperti ini terjadi di banyak tempat berbeda. Tentu ada orang baik yang ditemui di mana pun, tetapi saya merasa ada pola bahwa mereka tidak menyukai saya," pungkas Jane.

(sob/adr)