Kuala Lumpur (ANTARA) - Malaysia menyatakan sangat prihatin atas pengumuman dan ancaman baru-baru ini terkait potensi pembatasan atau penutupan jalur melalui Selat Bab el-Mandeb yang strategis.
Selat tersebut merupakan jalur penting bagi perdagangan internasional yang menghubungkan Asia dan Eropa, dan setiap gangguan terhadap transit di koridor ini memengaruhi perekonomian di seluruh dunia, jauh melampaui kawasan sekitarnya, kata Kemenlu Malaysia dalam sebuah pernyataan, Rabu.
"Sebagai negara perdagangan yang vitalitas ekonomi dan kemakmuran nasionalnya sangat bergantung pada perdagangan maritim internasional yang terbuka, aman, dan tanpa hambatan, Malaysia menegaskan kembali bahwa setiap gangguan terhadap titik-titik strategis penting pelayaran global merupakan ancaman langsung yang tidak dapat diterima terhadap stabilitas rantai pasokan internasional, keamanan energi dan pemulihan ekonomi global," kata pernyataan Kemenlu Malaysia.
"Malaysia menyerukan kepada semua pihak terkait untuk menjunjung tinggi kebebasan navigasi serta menjaga keamanan dan keselamatan jalur laut komersial ... Malaysia mengulangi seruannya kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal, menahan diri dari tindakan provokatif atau ancaman yang menargetkan transit maritim," katanya.
Deklarasi kelompok Houthi Yaman tentang larangan maritim terhadap pelayaran Saudi pada Senin (20/7) menimbulkan kekhawatiran baru soal keamanan Laut Merah, salah satu koridor perdagangan tersibuk di dunia, terlebih lagi ketika perdagangan melalui Selat Hormuz yang vital masih terganggu karena serangan AS yang sedang berlangsung terhadap Iran.
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.