Pemimpin Redaksi The Grey Zone, Max Blumenthal, menilai kemitraan erat antara Amerika Serikat (AS) dan Israel telah melahirkan ancaman baru terhadap kebebasan pers.
Penilaian itu disampaikan setelah dirinya mengaku mengalami intimidasi berupa penyitaan perangkat elektronik oleh otoritas AS usai kembali dari Iran untuk menjalankan peliputan jurnalistik.
Dalam wawancara yang diunggah di kanal YouTube Glenn Diesen, Blumenthal menceritakan bahwa penyitaan terjadi setelah ia menolak isi ponselnya dilihat petugas saat pemeriksaan di bandara.
Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas dan bertentangan dengan perlindungan konstitusional Amerika.
Blumenthal yakin perlakuan yang diterimanya berkaitan dengan pandangan politik serta liputan yang dilakukannya di Iran.
Dia menuding ada kepentingan kelompok pro-Israel yang mendorong dirinya menjadi sasaran intimidasi.
"Menurut saya, saya dijadikan target karena pandangan saya, karena pekerjaan jurnalistik saya, dan karena ada pihak-pihak yang pada dasarnya mengendalikan pemerintahan Trump dan kebijakannya terhadap Iran yang berasal dari Israel," ucapnya, dikutip pada Rabu, 22 Juli 2026.
Blumenthal menjelaskan, selama berada di Iran ia meliput berbagai lokasi yang terdampak serangan, mewawancarai pejabat, akademisi, hingga warga sipil, serta berusaha menampilkan sisi lain yang menurutnya jarang mendapat ruang di media Barat.
Karena itu, ia menolak tudingan bahwa pekerjaannya bermotif politik ataupun kriminal.
"Saya diserang karena saya membongkar para pelaku kejahatan, bukan karena saya melakukan kejahatan," tegasnya.
Lebih jauh, Blumenthal memperingatkan bahwa meningkatnya tekanan terhadap jurnalis menjadi sinyal memburuknya kebebasan pers di tengah konflik geopolitik yang kian memanas.
"Kita sedang berada di masa yang sangat berbahaya, dan ini masa yang berisiko besar bagi jurnalisme independen. Kami di The Grey Zone ada di garis depan situ, dan kami diserang ke alasan itu," pungkasnya.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.