Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan harga BBM subsidi Pertalite dijamin aman atau tidak naik hingga Desember 2026.
“Untuk Pertalite, dijamin harga sampai bulan Desember aman. Jadi ini sudah masuk dalam buffer,” ucapnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya telah memerintahkan agar harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak dinaikkan di tengah dinamika harga minyak mentah dunia yang masih tinggi.
Baca juga: Prabowo perintahkan harga BBM subsidi tidak dinaikkan
Di sisi lain, pemerintah juga mempertimbangkan penyesuaian harga BBM non-subsidi apabila harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) di pasar dunia mengalami penurunan.
PT Pertamina (Persero) juga telah melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi secara bertahap. Per 1 Agustus 2026, Pertamax turun dari Rp16.250 per liter menjadi Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter, serta Pertamax Turbo turun dari Rp19.300 per liter menjadi Rp18.300 per liter.
Sementara itu, harga Pertalite tetap Rp10 ribu per liter, dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.
Baca juga: Pengamat nilai perpindahan konsumen ke Pertalite perlu perhatian
Pemerintah juga menyampaikan bahwa penerapan B50 memberikan tiga manfaat utama. Mulai dari mengurangi ketergantungan pada impor solar, membuat Indonesia lebih tahan terhadap gejolak harga minyak dunia akibat konflik geopolitik, hingga mengurangi beban subsidi energi.
“Arahan bapak Presiden juga di tengah ketidakpastian daripada perang di Selat Hormuz, BBM tetap kita jaga resiliensinya, dimana APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) sebagai shock absorber itu menjaga agar dengan diterapkannya B50. Maka, kita tidak lagi impor solar dan sebetulnya dengan harga sekarang juga relatif pemanfaatan subsidi relatif kecil untuk B50,” ungkap dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko Ekonomi jamin harga pertalite tetap aman hingga akhir tahun
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.