BKSDA Jambi ajak elemen masyarakat jaga kelestarian gajah sumatra - ANTARA News Jambi

Kota Jambi (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi mengajak elemen masyarakat turut menjaga kelestarian gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) beserta ruang hidup alami (habitat) satwa tersebut. 

"Dengan dukungan dan partisipasi seluruh pihak, diharapkan gajah sumatra dapat terus hidup dan berkembang di habitat alaminya, sehingga tetap menjadi bagian penting dari amanah menjaga alam Indonesia bagi generasi yang akan datang," kata Kepala BKSDA Jambi Himawan Sasongko di Jambi, Rabu.

Menurut Himawan akibat perubahan bentang alam dan berbagai aktivitas manusia, gajah sumatra terus menghadapi tantangan untuk bertahan hidup di alam liar.

Padahal, satwa dilindungi ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan melalui penyebaran biji tumbuhan serta menjaga dinamika alami kawasan hutan.

Sebagai bagian dari upaya pelestarian, BKSDA Jambi bersama para mitra terus melaksanakan berbagai langkah perlindungan di lapangan, mulai dari patroli kawasan.

Termasuk pemantauan populasi, mitigasi konflik manusia dan gajah, hingga penguatan kolaborasi dengan masyarakat di sekitar habitat satwa.

Melalui momentum Hari Gajah Sedunia 2026 yang jatuh pada 12 Agustus mendatang, BKSDA mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan dalam menjaga keberlangsungan hidup gajah sumatra. 

Mengingat pelestarian gajah dan ruang hidup alami bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama sebagai wujud kepedulian terhadap kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia.

Ia menambahkan, berdasarkan data terhimpun bentang alam Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) di wilayah Jambi saat ini memiliki sekitar 120 ekor gajah, 15 diantaranya anakan usia tiga sampai dua tahun.

Gajah-gajah itu terbagi dalam enam kelompok, lima betina dan satu kelompok jantan. Semua kelompok dalam jumlah besar bahkan telah dipasang kalung pelacak atau Global Positioning System (GPS) collar.

Masing-masing kelompok gajah betina diberi identitas sendiri untuk memudahkan pelacakan. Nama nama kelompok betina itu, masing-masing Xienta, Yunita, Vina, Ginting, Wardani.

Selain di bentang alam TNBT, kantong habitat gajah lainnya, berada di kawasan Hutan Harapan yang membentang di dua wilayah, Jambi dan Sumsel. Di kawasan itu, setidaknya terdapat tujuh ekor populasi gajah.

Saat ini, BKSDA Jambi juga telah memiliki Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) di Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo.

Sejak di resmikan tahun 2022, PIKG  tersebut telah memiliki fasilitas penginapan (mess) dan sarana pendukung lain yang bisa di gunakan pengunjung untuk menikmati dan berinteraksi dengan gajah.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.